Perubahan penggunaan lahan meningkatkan koefisien limpasan permukaan, sehingga mempercepat erosi dan sedimentasi di bagian hulu dan hilir daerah aliran sungai. Proses ini mengurangi daya dukung hidrologis sungai dan waduk akibat pendangkalan, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap banjir. Akumulasi sedimen dan penebalan dasar sungai mengurangi kapasitas penyimpanan saluran dan dapat memicu banjir di kawasan pemukiman sekitarnya. Sungai Amprong, sebuah anak sungai di sub-daerah aliran sungai Brantas, menyumbang beban sedimen yang signifikan ke Sungai Brantas dan Waduk Sengguruh, sehingga analisis transportasi sedimen menjadi sangat penting untuk pengelolaan sungai yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan HEC-RAS untuk memprediksi laju transportasi sedimen dan perubahan morfologi dengan memanfaatkan geometri sungai, data debit, distribusi ukuran butir sedimen, serta pengukuran lapangan yang diperoleh menggunakan alat pengambil sampel Helley-Smith. Pengujian laboratorium dilakukan pada sampel sedimen, sedangkan kalibrasi model menggunakan metode rasio ketidaksesuaian. Pengukuran lapangan menunjukkan laju transportasi sedimen sebesar 0,4432 metrik ton/hari pada debit 3,86 m³/s. Metode MPM-Thomas-Van Rijn menghasilkan hasil simulasi paling akurat, yang memprediksi akumulasi sedimen akan terus berlanjut selama lima tahun ke depan.
Copyrights © 2026