Keterbatasan sumber daya rehabilitasi jaringan irigasi memerlukan penentuan prioritas berdasarkan tingkat urgensi penanganan. Penelitian ini bertujuan menentukan prioritas rehabilitasi pada Daerah Irigasi (DI) Wotan dan DI Teleng, Kabupaten Bojonegoro, menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Analisis dilakukan berdasarkan empat kriteria, yaitu Indeks Kinerja Sistem Irigasi (IKSI), luas daerah irigasi, sumber pengambilan air, dan kebutuhan biaya rehabilitasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa IKSI memiliki bobot tertinggi sebesar 0,558, diikuti kebutuhan biaya rehabilitasi sebesar 0,263, luas daerah irigasi sebesar 0,122, dan sumber pengambilan air sebesar 0,057. Berdasarkan sintesis bobot global, DI Wotan memperoleh nilai 0,538 dan menjadi prioritas pertama, sedangkan DI Teleng memperoleh nilai 0,462 dan menjadi prioritas kedua. Hasil ini menunjukkan DI Wotan lebih diprioritaskan untuk rehabilitasi.
Copyrights © 2026