Desa Sampung, Kabupaten Ponorogo, merupakan daerah rawan kekeringan ekstrem pada musim kemarau dengan pasokan air sumur gali yang menyusut signifikan. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan optimalisasi air tanah dalam melalui pendugaan geolistrik dan perencanaan jaringan distribusi menggunakan WaterCAD v8i. Hasil survei mengidentifikasi akuifer produktif berlitologi pasiran pada kedalaman 45,21–118 m. Perhitungan persamaan Darcy menunjukkan potensi debit 42,21 liter/detik. Sistem distribusi air bersih direncanakan menggunakan sumur bor, pompa submersible Grundfos SP 60-20, tandon 160 m³, dan perpipaan PVC guna melayani 6.443 jiwa pada tahun 2045. Analisis hidraulika menghasilkan kecepatan aliran 0,1–1,186 m/s, headloss gradient 0,128–13,471 m/km, dan tekanan 0,980–7,506 atm, yang memenuhi standar Permen PU No. 18 Tahun 2007. Sisa klorin terkontrol pada rentang 0,2–0,3 mg/l. Total anggaran biaya konstruksi diperkirakan sebesar Rp5.095.679.900.
Copyrights © 2026