Hulu DAS Lariang mengalami perubahan tata guna lahan yang memengaruhi hidrologi serta meningkatkan risiko erosi dan sedimentasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan tata guna lahan, memproyeksikannya hingga 50 tahun, serta mengkaji pengaruhnya terhadap laju erosi, sedimen, dan Indeks Bahaya Erosi (IBE). Analisis tata guna lahan menggunakan citra Landsat tahun 2004, 2014, dan 2024, sedangkan proyeksi 2034–2074 dimodelkan menggunakan MOLUSCE. Proyeksi menjadi input ArcSWAT 2012 untuk mensimulasikan erosi dan sedimentasi berdasarkan USLE, SYLD, dan nilai erosi yang dapat ditoleransi (TSL). Analisis menunjukkan peningkatan lahan pertanian dari 94,7 km² menjadi 560,0 km² dan penurunan vegetasi dari 6.120,5 km² menjadi 5.765,5 km². Erosi dan sedimentasi tertinggi terjadi pada 2014, masing-masing 74,34 dan 15,78 ton/ha/tahun, kemudian menurun sebelum meningkat pada 2074 menjadi 54,73 dan 22,00 ton/ha/tahun. IBE Rendah tetap dominan, tetapi menurun dari 76,95% menjadi 63,42%, sementara kategori Sedang dan Sangat Tinggi meningkat. Perubahan ini menunjukkan perlunya pengelolaan dan konservasi di Hulu DAS Lariang.
Copyrights © 2026