Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan
Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)

Rasionalisasi Kerapatan Stasiun Hujan dan Stasiun Duga Air di DAS Progo dengan Metode Stepwise

Cikal Malik Alhakim (Unknown)
Lily Montarcih Limantara (Unknown)
Jadfan Sidqi Fidari (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Jul 2026

Abstract

Ketersediaan data hidrologi yang akurat, khususnya data curah hujan dan debit, menjadi dasar utama dalam pengelolaan sumber daya air di suatu Daerah Aliran Sungai (DAS). DAS Progo yang memiliki luas sekitar 2.457 km² kerap menghadapi permasalahan banjir dan kekeringan sehingga diperlukan evaluasi kerapatan jaringan stasiun hujan dan stasiun duga air eksisting. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian kerapatan jaringan stasiun terhadap standar World Meteorological Organization (WMO) serta menentukan stasiun hujan yang paling berpengaruh terhadap debit menggunakan metode Stepwise, dengan data curah hujan dan debit selama 10 tahun pada wilayah AWLR Bantar (1.998,26 km²). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa jumlah delapan stasiun hujan dan tujuh stasiun duga air telah memenuhi standar minimum WMO, meskipun distribusi cakupan spasialnya berdasarkan Poligon Thiessen belum merata. Analisis Stepwise-Enter menghasilkan kombinasi enam stasiun hujan terbaik (Caturanom, Godean, Kenteng, Mendut, Seyegan, dan Tegal) dengan koefisien korelasi sebesar 0,982 dan telah memenuhi seluruh uji asumsi klasik. Kedua pendekatan tersebut memberikan rekomendasi yang saling melengkapi, sehingga penelitian ini merekomendasikan tetap mempertahankan seluruh delapan stasiun hujan eksisting, dengan enam stasiun hasil Stepwise dijadikan prioritas dalam representasi debit DAS Progo.  

Copyrights © 2026