Lily Montarcih Limantara
Unknown Affiliation

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisa Optimasi Irigasi Pada Daerah Irigasi Alopohu Kabupaten Gorontalo Dengan Program Dinamik Deterministik Ekarapi Tirta Babba; Lily Montarcih Limantara; Widandi Soetopo
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 12 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2021.012.02.10

Abstract

Kabupaten Gorontalo mempunyai luas wilayah daratan seluas2.125,47 km2. Potensi Lahan pada tahun 2015 di KabupatenGorontalo mencapai 13.958 hektar. Bahan pangan yang ditanam diDaerah Irigasi Alopohu adalah padi, ubi kayu, jagung, ubi jalar,kacang kedelai, kacang tanah, buah dan sayuran. Tujuan penelitianini adalah mengoptimalkan air dan lahan sehingga tercapaikeuntungan yang maksimum. Metode yang dilakukan adalah ModelSine Product untuk menghitung nilai-nilai pada tabel akibat. Padapenelitian ini dilakukan dua tahap, yaitu (1) membuat (menghitung)Tabel Akibat, dan (2) menerapkan model Program Dinamik untukoptimasi alokasi air irigasi secara spasial antar petak irigasi. Programdinamik memberikan prosedur yang sistematis untuk penentuankombinasi pengambilan keputusan yang memaksimumkankeseluruhan efektivitasnya. Dengan menggunakan program dinamikdidapatkan keuntungan maksimum sebesar Rp 29.667.765.046,dimana keuntungan tersebut didapatkan dari produksi gabah sebesar6.593 ton gabah. Hasil panen tersebut dihasilkan hanya dengan luassawah sebesar 1.538 ha. Nilai perbandingan hasil panen per ha yaitukondisi eksisting (sebelum optimasi) adalah 3,90 ton/ha sedangkansetelah optimasi sebesar 4,29 ton/ha.Gorontalo Regency has a land area of 2,125.47 km2. Land potentialin 2015 in Gorontalo Regency reached 13,958 hectares. Foodstuffsgrown in the Alopohu Irrigation Area are rice, cassava, corn, sweetpotatoes, soybeans, peanuts, fruits, and vegetables. This researchaims to optimize water and land to achieve maximum profit. TheSine Product Model method is used to calculate the values in theeffect table. In this study, two stages were carried out, namely (1)creating (calculation) Effect Tables, and (2) applying the DynamicProgram model to optimize the spatial allocation of irrigation waterbetween irrigation plots. Dynamic programming provides asystematic procedure for determining the combination of decisionmaking that maximizes its overall effectiveness. By using thedynamic program, a maximum profit of Rp. 29,667,765,046 wasobtained, where the profit was obtained from the production of 6,593tons of grain. The yields were produced only on an area of 1,538 haof rice fields. The comparison value of crop yields per ha, namelythe existing condition (before optimization) is 3.90 tons/ha whileafter optimization is 4.29 tons/ha.
Optimasi Operasi Lepasan Waduk Pada Waduk Batutegi Menggunakan Algoritma Genetik Pada Tahun 2019(Produksi PLTA) Dasylva, Iqbal Zaenal; Lily Montarcih Limantara; Widadndi Soetopo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.023

Abstract

Air merupakan kebutuhan pokok makhluk hidup terutama manusia. Pemanfaatan air digunakan untuk kebutuhan air irigasi, air baku, maupun sebagai pembangkit listrik tenaga air (PLTA).Bermacam-macam cara dilakukan guna meningkatkan pemanfaatan air, salah satu cara yaitu dengan model optimasi. Optimasi ini sendiri merupakan sebuah rancangan dalam pemecahan masalah model-model perencanaan berdasarkan pada fungsi matematika dengan memilikibatasan-batasan tertentu sehingga nantinya akan menghasilkan suatu proses sistemuntuk memperoleh keputusan terbaik. Algoritma Genetik adalah suatu metode optimasi atau pencarian solusi yang terinspirasi dari konsep-konsep dalam teori evolusi dan genetika. Pada tahapan untuk melakukan optimasi menggunakan metode algoritma genetik ini dilakukan pada aplikasi Ms. Excel 2019 dengan program Solver.Hasil analisa pembangkitan untuk PLTA Waduk Batutegi didapatkan energi bangkitan dari data eksisting sebesar 55.436,85 KWh sedangkan hasil optimasi menggunakan Algoritma Genetik sebesar 66.621,91 KWh. Total peningkatan antara data eksisting dengan hasil optimasi didapatkan sebesar 20,18%.
Studi Perubahan Karakteristik Hidrologi (Debit Puncak dan Waktu Puncak) Akibat Perubahan Tata Guna Lahan di DAS Citanduy Doni Arianto; Lily Montarcih Limantara; Sri Wahyuni
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.006

Abstract

Perubahan penggunaan lahan pada daerah mampu mempengaruhi karakteristik hidrologinya dan oleh karena itu dapat menjadi kriteria penentuan apakah daerah tersebut kritis secara hidrologis. Perubahan penggunaan lahan di suatu DAS juga mempengaruhi debit puncak, yang merupakan indikator penggunaan lahan yang lebih baik atau lebih buruk di suatu DAS. Peningkatan limpasan terbesar di DAS disebabkan oleh berkurangnya lahan resapan air akibat alih fungsi lahan yang tidak direncanakan serta tanpa berwawasan lingkungan. disebabkan oleh berkurangnya luas Berdasarkan pengaruh suatu fungsi lahan sebagai pengatur siklus hidrologi, maka perubahan tata guna lahan terhadap karakterisitik hidrologi perlu dikaji lebih lanjut. Penggunaan karakteristik hidrologi terhadap stud ini berupa luas DAS, panjang sungai utama, Lc, koefisien kekasaran DAS, kemiringan,dan koefisien limpasan. Parameter lainnya meliputi penggunaan tata guna lahan di wilayah DAS Citanduy (Sub DAS Pataruman) pada tahun pengamatan 2017-2018.
Studi Optimasi Pemanfaatan Air Irigasi Bendungan Batu Tegi Menggunakan Program Linier Andito Nurdaviq Lazuardi; Lily Montarcih Limantara; Tri Budi Prayogo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.029

Abstract

Abstrak: Bendungan Batu Tegi merupakan Bendungan yang terletak di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Fungsi utama dibangunnya Bendungan Batu Tegi yaitu untuk membantu suplai air ke Bendungan Argoguruh sehingga daerah layanan untuk irigasi Way Sekampung dapat diperluas dan dimaksimalkan. Namun, manajemen sumber daya air diantara kedua bangunan tersebut belum optimal untuk memenuhi berbagai kebutuhan, terutama irigasi di DI Way Sekampung. Hal inidapat dilihat pada berkurangnya lahan layanan yang dialiri dari luas baku sebesar 76.006 Ha menjadi 55.373 Ha yang berfungsi artinya masih terdapat 20.633 Ha yang belum termanfaatkan. Sehingga diperlukan studi untuk menganalisis pemanfaatan air irigasi agar dapat memaksimalkan luas lahan layanan pertanian. Studi ini menggunakan program linier dalam analisanya serta terdapat 4 alternatif pola tata tanam dengan perbedaan jadwal tanam tiap alternatifnya. Dari pemodelan program linier yang didasarkan pada penentuan luas lahan tiap jenis tanaman didapatkan hasil alternatif 1 mendapatkan hasil optimasi mencapai intensitas tanam 300% dan keuntungan terbesar pada alternatif 2.. Manfaat dari studi ini untuk memberikan wawasan atau informasi kepada petani yang menggunakan suplai air dari Bendungan Batu Tegi maupun stakeholder terkait dalam penerapan pola tata tanam dan waktu tanam efisien serta luas lahan pertanian yang optimal agar memperoleh keuntungan maksimum dari hasil produksi pertanian
Studi Optimasi Alokasi Air Irigasi pada Daerah Irigasi Sewu Kabupaten Madiun Menggunakan Program Dinamik Palupi, Kingkin Pinesthi Palupi; Lily Montarcih Limantara; Sri Wahyuni
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.026

Abstract

Permasalahan yang ada di Daerah Irigasi Sewu untuk kondisi eksisting yaitu pada Musim Kemarau II debit menjadi berkurang sehingga petak sawah yang berada di hilir menerima sedikit air, persentase periode terpenuhi kebutuhan air irigasi dalam 1 tahun pada Daerah Irigasi Sewu hanya sebesar 13,3%. Dari permasalahan tersebut dilakukan teknik optimasi dengan program dinamik deterministik. Dengan optimasi dinamik deterministik dapat memaksimalkan keuntungan hasil tani dengan cara menguraikan beberapa tahap/stage kemudian diperoleh keuntungan pada tiap tahap berdasarkan pemberian air. Hasil optimasi yang telah dikaji didapatkan peningkatan tiap musim tanam masing-masing musim tanam sebesar 9,18%, 9,18%, dan 64,39%. Keuntungan yang didapat untuk masing-masing musim tanam adalah Rp. 19.084.716.944, Rp. 19.062.029.272, dan Rp. 13.668.164,917.
Studi Optimasi Pemanfaatan Air Irigasi Pada Daerah Irigasi Talang Kabupaten Jember Menggunakan Metode Program Linear M. Akif Eka Karunia; Lily Montarcih Limantara; Tri Budi Prayogo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.116

Abstract

Daerah Irigasi Talang memiliki luas baku sebesar 8844 Ha yang terletak di Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur. Daerah Irigasi Talang memiliki kondisi neraca air yang tidak seimbang. Terdapat defisit pada beberapa periode tanam yang mengakibatkan berkurangnya produktivitas daerah irigasi. Oleh karena itu perlu dilakukan optimasi terhadap luas lahan dan pola tata tanam supaya dapat menunjang produktivitas pertanian guna mendapatkan keuntungan pertanian semaksimal mungkin. Optimasi dilakukan dengan cara membuat 4 PTT alternatif dan dioptimasi menggunakan bantuan solver pada Microsoft Excel. Kondisi neraca air keseluruhan PTT sebelum dioptimasi terdapat 20-45% defisit untuk dua kondisi debit andalan Q80% dan Q50%. Setelah dioptimasi tidak terdapat kondisi defisit dan mengalami peningkatan keuntungan hasil pertanian. Pola tata tanam terbaik dipilih berdasarkan keuntungan hasil pertanian yang paling besar, dimana PTT alternatif 4 menjadi yang terbaik dengan keuntungan sebesar Rp. 503,657,800,198 dengan intensitas tanam pada kondisi Q80% dan Rp. 546,180,464,710 pada kondisi Q50%.
Aplikasi Model SWAT untuk Analisis Laju Erosi dan Arahan Konservasi pada DAS Rondoningo Kabupaten Probolinggo Samaniyatul Aliyah, Firda; Lily Montarcih Limantara; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.149

Abstract

Perubahan penggunaan lahan berpotensi terhadap berubahnya nilai laju erosi yang terjadi di suatu DAS. Pada DAS Rondoningo sendiri mengalami perubahan penggunaan lahan yang cukup signifikan baik berupa penambahan maupun pengurangan ditinjau dari tahun 2013 dan 2022. Untuk mengatasi permasalah ini, diperlukan arahan konservasi lahan, baik melalui perlindungan vegetatif maupun metode mekanis. Dalam penelitian ini, model ArcSWAT digunakan untuk menganalisis potensi nilai laju erosi dan sedimentasi, dengan tujuan memetakan Tingkat Bahaya Erosi (TBE) di DAS Rondoningo. Hasil simulasi pada ArcSWAT ditemukan nilai laju erosi meningkat sebesar 67% dari 6.907 ton/ha/tahun (0.576 mm/tahun) menjadi 20.973 ton/ha/tahun (1.748 mm/tahun), sementara nilai laju sedimen meningkat sebesar 81% dari 3.499 ton/ha/tahun (0.292 mm/tahun) menjadi 18.060 ton/ha/tahun (1.505 mm/tahun). Tingkat Bahaya Erosi (TBE) yang ada di DAS Rondoningo didominasi oleh kelas ringan. Hasil dari arahan penggunaan lahan baru menunjukkan bahwa nilai laju erosi dapat tereduksi sebesar 23% dan laju sedimen sebesar 79% dari kondisi eksisting. Arahan konservasi mekanis yang melibatkan Bangunan Pengendali Sedimen dapat mengurangi volume tampungan sebesar 55.759% dalam waktu satu tahun.
Rasionalisasi Kerapatan Pos Stasiun Hujan dan Pos Duga Air Sub DAS Porong dengan Metode Stepwise Awfa, Fatihah; Lily Montarcih Limantara; Anggara Wiyono Wit Saputra
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.128

Abstract

Konstruksi bangunan air membutuhkan data dasar hidrologi yang tepat yang diperoleh dari jaringan stasiun hidrologi yang tepat. Dengan menggunakan data curah hujan tahunan selama sepuluh tahun sebagai variabel bebas dan data debit tahunan selama sepuluh tahun sebagai variabel terikat, jaringan stasiun hujan dan stasiun air di DAS Porong dirasionalisasi dengan menggunakan metode Stepwise dan standar WMO. Kebutuhan jumlah stasiun di DAS Porong dapat ditentukan dengan menggunakan standar WMO, dengan mempertimbangkan karakterisitik daerah tersebut. Sementara itu, dengan memeriksa koefisien korelasi antara pos hujan dan pos duga air, metode Stepwise dapat memberikan rekomendasi pos hujan terbaik. Pos hujan dengan koefisien korelasi yang kuat dengan pos duga air menghasilkan kombinasi model regresi yang optimal, sesuai dengan hasil analisis rasionalisasi. Sub DAS Porong yang memiliki 16 pos hujan dengan luas DAS 494,06 km2 tidak rasional karena penyebarannya tidak merata. Untuk hasil studi mendapatkan rekomendasi jumlah stasiun hujan yang rasional dengan 3 dan 4 pos stasiun hujan.
Studi Erosi Akibat Variasi Intensitas Hujan dan Arah Angin dari Hulu Pada Alat Rainfall Simulator Normand Maulana Mashary; Lily Montarcih Limantara; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.042

Abstract

Hujan memiliki peran yang penting dalam siklus hidrologi dan mampu memberikan dampak yang signifikan pada aliran permukaan, erosi tanah, dan keberlanjutan lingkungan. Dalam penelitian ini dilakukan pemodelan erosi sesuai dengan initial condition yang telah ditentukan pada percobaan. Perangkat rainfall simulator dalam penelitian ini digunakan untuk pemodelan erosi dengan simulasi hujan buatan menggunakan intensitas 1 liter/menit, 1,5 liter/menit, dan 2 liter/menit yang disertai dengan variabel angin konstan dari hulu berupa blower NRT-PRO, yang memungkinkan pengamatan langsung terhadap debit limpasan, durasi erosi, dan besaran limpasan sedimen pada percobaan. Pada penelitian ini dilakukan analisis perbandingan hasil laju erosi metode USLE (Universal Soil Loss Equation), laju erosi pada limpasan sedimen rainfall simulator, dan laju erosi hasil luasan grid model lahan rainfall simulator. Hasil dari masing masing pendekatan tersebut memperoleh estimasi besaran laju erosi. Dari analisis dan perhitungan menunjukkan nilai laju erosi menggunakan metode USLE, laju erosi pada limpasan sedimen rainfall simulator, dan laju erosi hasil luasan grid model lahan rainfall simulator memeroleh selisih nilai laju erosi yang relatif kecil.
Studi Optimasi Pemanfaatan Air Di Daerah Irigasi Mambal Kabupaten Badung Menggunakan Program Linier I Kadek Guntur Karra Kaniskha; Lily Montarcih Limantara; Tri Budi Prayogo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.037

Abstract

Daerah Irigasi Mambal di Kabupaten Badung, Bali, memerlukan optimasi dalam penggunaan lahan irigasi dan pola tata tanam untuk meningkatkan hasil pertanian. Hal ini disebabkan karena masih kruang optimalnya penggunaan air pada Daerah irigasi Mambal sehingga membuat beberapa periode pertanian mengalami defisit karena kurang sesuainya luas lahan dan pola tata tanam yang digunakan. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk menentukan luas lahan irigasi dan pola tata tanam optimal menggunakan metode program linier. Dengan data debit harian selama 10 tahun dari Sungai Ayung, penelitian ini mengevaluasi neraca air sebelum dan sesudah optimasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimasi menggunakan program linier dapat meningkatkan penggunaan lahan dari 3.032 Ha menjadi optimal sesuai debit air yang tersedia. Pola tata tanam alternatif memberikan intensitas tanam yang meningkat sebesar 30% dibandingkan kondisi eksisting. Keuntungan yang diperoleh dari pola tata tanam alternatif juga lebih tinggi. Kesimpulan dari studi ini adalah optimasi pola tata tanam dengan metode program linier dapat meningkatkan efisiensi penggunaan lahan dan air, serta menghasilkan keuntungan maksimum bagi petani. Manfaat dari studi ini adalah memberikan rekomendasi praktis bagi pengelola irigasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui penggunaan sumber daya air yang lebih efisien.