Kondisi jaringan irigasi yang mengalami kerusakan dapat menurunkan kinerja pelayanan air irigasi sehingga diperlukan penentuan prioritas rehabilitasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan menentukan skala prioritas rehabilitasi pada Daerah Irigasi Sumberejo dan Daerah Irigasi Kemiri Kabupaten Bojonegoro menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Analisis dilakukan dengan mempertimbangkan empat kriteria, yaitu Indeks Kinerja Sistem Irigasi (IKSI), Rencana Anggaran Biaya (RAB), luas daerah layanan, dan kondisi sumber pengambilan air. Setiap kriteria dianalisis melalui perbandingan berpasangan untuk memperoleh bobot dan nilai prioritas masing-masing daerah irigasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa DI Kemiri memperoleh nilai prioritas sebesar 0,588, sedangkan DI Sumberejo sebesar 0,412. Berdasarkan hasil tersebut, DI Kemiri ditetapkan sebagai prioritas utama rehabilitasi, sedangkan DI Sumberejo menjadi prioritas berikutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode AHP dapat digunakan untuk menentukan prioritas rehabilitasi jaringan irigasi dengan mempertimbangkan beberapa kriteria.
Copyrights © 2026