Moh Sholichin
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Kapasitas Aliran Sebagai Dasar Perencanaan Tanggul Sungai Kali Lamong Pada Segmen Tengah Kabupaten Gresik, Jawa Timur Chiara Dewi Chatlina; Moh Sholichin; Andre Primantyo Hendrawan
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Kali Lamong pada segmen tengah Kabupaten Gresik memiliki keterbatasan kapasitas penampang dalam mengalirkan debit banjir sehingga masih terjadi limpasan pada beberapa lokasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kapasitas penampang, menentukan lokasi kritis, merencanakan tanggul tanah, dan menganalisis stabilitas tanggul pada ruas Patok 29–38. Debit banjir rencana kala ulang 25 tahun ditentukan menggunakan distribusi Log Pearson Tipe III dan Hidrograf Satuan Sintetis Nakayasu. Kondisi hidraulika dimodelkan menggunakan HEC-RAS 6.2, sedangkan stabilitas tanggul dianalisis menggunakan GeoStudio SLOPE/W dengan metode Bishop. Hasil penelitian menunjukkan debit Q25 sebesar 193,063 m³/det masih menyebabkan limpasan, dengan lokasi paling kritis pada Patok 34. Tinggi limpasan mencapai 1,31 m pada sisi kiri dan 1,83 m pada sisi kanan. Tanggul direncanakan setinggi 4,5 m, lebar mercu 4 m, tinggi jagaan 1 m, dan kemiringan lereng 1:2. Hasil analisis menunjukkan tanggul memenuhi kriteria stabilitas yang digunakan.
Evaluasi Kapasitas Penampang dan Perencanaan Normalisasi Sungai Kali Lamong pada Cross Section 39–50 Menggunakan HEC-RAS di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur Naufal Rahmat Ramadani; Moh Sholichin; Andre Primantyo Hendrawan
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Kali Lamong di Kabupaten Gresik memiliki keterbatasan kapasitas penampang yang menyebabkan limpasan saat debit banjir. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kapasitas penampang pada Cross Section 39–50, merencanakan normalisasi sungai, serta mengetahui efektivitas dan biaya pelaksanaannya. Analisis hidrologi menggunakan metode Polygon Thiessen, distribusi Log Pearson Tipe III, Mononobe, dan Hidrograf Satuan Sintesis Nakayasu, sedangkan analisis hidraulika dilakukan menggunakan HEC-RAS 6.2. Debit banjir rencana kala ulang 25 tahun diperoleh sebesar 193,06 m³/det. Simulasi kondisi eksisting menghasilkan luas genangan sebesar 330,774 ha. Normalisasi direncanakan melalui pelebaran dan pendalaman penampang berbentuk trapesium dengan lebar dasar 50 m, kedalaman 4 m, kemiringan lereng 1:2, dan koefisien Manning 0,025. Hasil simulasi menunjukkan luas genangan berkurang menjadi 2,679 ha atau sebesar 99,19%. Estimasi biaya pelaksanaan normalisasi sebesar Rp34.665.258.000,00 termasuk PPN 12%.
Perencanaan Kolam Retensi Sebagai Upaya Pengendalian Banjir di Kali Lamong Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik Felix Apriliano; Moh Sholichin; Andre Primantyo Hendrawan
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP) In Press
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir di Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, khususnya sepanjang Kali Lamong, terjadi akibat debit banjir yang melebihi kapasitas sungai sehingga diperlukan upaya pengendalian banjir yang efektif. Penelitian ini bertujuan merencanakan kolam retensi sebagai alternatif pengendalian banjir melalui analisis hidrologi, pemodelan hidraulika, dan evaluasi stabilitas tanggul. Analisis hidrologi menggunakan data curah hujan tahun 2010–2024 untuk memperoleh debit banjir rencana kala ulang 10 dan 25 tahun dengan Hidrograf Satuan Sintetis Nakayasu. Pemodelan hidraulika dilakukan menggunakan HEC-RAS 1D dan 2D yang dikalibrasi dengan data AWLR, kemudian disimulasikan pada kondisi eksisting dan setelah penerapan kolam retensi dengan sistem operasi pintu berbasis Elevation Controlled Gates. Hasil penelitian menunjukkan debit puncak sebesar 175,611 m³/s (Q10) dan 198,571 m³/s (Q25). Penerapan kolam retensi menurunkan debit puncak menjadi sekitar 153,560 m³/s atau mereduksi debit ±17%, sehingga genangan berkurang.
Penentuan Skala Prioritas Rehabilitasi pada Daerah Irigasi Sumberejo dan Kemiri Kabupaten Bojonegoro Menggunakan Metode AHP Yuna Ulya Asyifa; Tri Budi Prayogo; Moh Sholichin
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP) In Press
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi jaringan irigasi yang mengalami kerusakan dapat menurunkan kinerja pelayanan air irigasi sehingga diperlukan penentuan prioritas rehabilitasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan menentukan skala prioritas rehabilitasi pada Daerah Irigasi Sumberejo dan Daerah Irigasi Kemiri Kabupaten Bojonegoro menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Analisis dilakukan dengan mempertimbangkan empat kriteria, yaitu Indeks Kinerja Sistem Irigasi (IKSI), Rencana Anggaran Biaya (RAB), luas daerah layanan, dan kondisi sumber pengambilan air. Setiap kriteria dianalisis melalui perbandingan berpasangan untuk memperoleh bobot dan nilai prioritas masing-masing daerah irigasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa DI Kemiri memperoleh nilai prioritas sebesar 0,588, sedangkan DI Sumberejo sebesar 0,412. Berdasarkan hasil tersebut, DI Kemiri ditetapkan sebagai prioritas utama rehabilitasi, sedangkan DI Sumberejo menjadi prioritas berikutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode AHP dapat digunakan untuk menentukan prioritas rehabilitasi jaringan irigasi dengan mempertimbangkan beberapa kriteria.
Penentuan Skala Prioritas Rehabilitasi Menggunakan Metode AHP pada Daerah Irigasi Ngujung dan Sudah Kabupaten Bojonegoro Zahra Syawa Pramia; Tri Budi Prayogo; Moh Sholichin
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP) In Press
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerusakan jaringan irigasi pada setiap daerah irigasi memiliki tingkat dan kebutuhan penanganan yang berbeda, sehingga diperlukan penentuan skala prioritas untuk mendukung rehabilitasi secara efektif. Penelitian ini bertujuan menentukan skala prioritas rehabilitasi pada Daerah Irigasi Ngujung dan Sudah di Kabupaten Bojonegoro. Metode yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan empat kriteria, yaitu Indeks Kinerja Sistem Irigasi (IKSI), Rencana Anggaran Biaya (RAB), luas daerah irigasi, dan sumber pengambilan air. Data diperoleh dari hasil evaluasi kondisi jaringan, perencanaan rehabilitasi, dan data teknis masing-masing daerah irigasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa DI Sudah memperoleh bobot prioritas sebesar 0,705 atau 71%, sedangkan DI Ngujung sebesar 0,295 atau 29%. Berdasarkan hasil tersebut, DI Sudah menjadi prioritas utama rehabilitasi. Hasil penelitian dapat menjadi dasar penentuan urutan penanganan rehabilitasi dan pengalokasian sumber daya secara tepat sasaran.