ABSTRAK Capaian pemberian ASI eksklusif di Kota Pematangsiantar masih tergolong rendah (33%) dibandingkan dengan target nasional. Rendahnya capaian ini dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya minimnya pemahaman masyarakat mengenai hak-hak ibu menyusui dan kurangnya dukungan keluarga dalam proses menyusui. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai hak ibu menyusui dan pentingnya dukungan keluarga dalam pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Bah Kapul Pematangsiantar. Kegiatan ini menggunakan metode promotif yang diikuti oleh 34 orang ibu hamil. Tahapan pelaksanaan kegiatan meliputi koordinasi dengan pihak Puskesmas, pretest pengetahuan ibu tentang hak ibu menyusui dan dukungan keluarga dalam pemberian ASI eksklusif, penyuluhan, demonstrasi, tanya jawab, dan posttest. Setelah diberikan penyuluhan, persentase pengetahuan peserta dengan tingkat pengetahuan baik meningkat dari 76,47% menjadi 94,12%. Rata-rata skor pengetahuan peserta secara keseluruhan meningkat sebesar 0,97 poin (dari 6,68 menjadi 7,65). Edukasi berbasis penyuluhan dan demonstrasi terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil tentang hak menyusui dan dukungan keluarga. Perlu dilakukan pendampingan secara berkelanjutan dan pelibatan aktif anggota keluarga (seperti suami atau orang tua) dalam program edukasi selanjutnya untuk memastikan peningkatan pengetahuan bertransformasi menjadi dukungan nyata dalam praktik pemberian ASI eksklusif. Kata Kunci: Hak Ibu Menyusui, Dukungan Keluarga, ASI Eksklusif ABSTRACT Exclusive breastfeeding coverage in Pematangsiantar City remains low (33%) compared to the national target. This low achievement is influenced by various factors, including the lack of public understanding regarding the rights of breastfeeding mothers and insufficient family support during the breastfeeding process. This community service activity aims to increase pregnant women's understanding regarding the rights of breastfeeding mothers and the importance of family support in exclusive breastfeeding within the working area of the Bah Kapul Health Center, Pematangsiantar. This activity utilized a promotive method involving 34 pregnant women. The implementation stages included coordination with the Health Center, a pretest regarding mothers' knowledge about breastfeeding rights and family support in exclusive breastfeeding, health counseling, demonstrations, discussion session, and a posttest. After the health counseling was delivered, the percentage of participants with a good level of knowledge increased from 76.47% to 94.12%. The overall average knowledge score of the participants increased by 0.97 points (from 6.68 to 7.65). Health counseling and demonstration-based education have proven effective in improving pregnant women's knowledge and awareness regarding breastfeeding rights and family support. Continuous support and the active involvement of family members (such as husbands or parents) are required in future educational programs to ensure that increased knowledge translates into tangible support for the practice of exclusive breastfeeding. Keywords: Breastfeeding Mother’s Rights, Family Support, Exclusive Breastfeeding.
Copyrights © 2026