Stroke merupakan salah satu penyebab utama disabilitas yang menyebabkan pasien membutuhkan perawatan lanjutan setelah kembali dari fasilitas kesehatan ke rumah. Fase transisi perawatan memerlukan keterlibatan keluarga dan kader dalam membantu pasien melakukan aktivitas sehari-hari, memantau kondisi kesehatan, mengenali tanda bahaya, serta mendukung kepatuhan terapi. Namun, kemampuan kader dan keluarga dalam melakukan pendampingan pasien pasca stroke masih terbatas. Program Pengabdian Masyarakat mengenai Transisi Cerdas Stroke bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dan keluarga dalam pendampingan transisi perawatan pasien pasca stroke. Kegiatan dilakukan melalui tahapan sosialisasi, penyuluhan dan demonstrasi. Adapun materi meliputi aktivitas fisik aman, relaksasi nonfarmakologis, pemantauan tanda bahaya dan komplikasi, kepatuhan terapi obat, serta komunikasi dan pendampingan pasien di rumah. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 82% kategori kurang baik menjadi 91% kategori baik, sedangkan keterampilan meningkat dari 71% kategori kurang baik menjadi 89% kategori baik setelah intervensi. Kesimpulannya, kegiatan Transisi Cerdas Stroke efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dan keluarga dalam pendampingan transisi perawatan pasien pasca stroke. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model pendampingan berbasis komunitas yang berkelanjutan dalam mendukung perawatan pasien pasca stroke di rumah
Copyrights © 2026