Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis sebagai salah satu kompetensi yang harus dimiliki siswa. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan tersebut adalah melalui penerapan model pembelajaran yang mampu mendorong keaktifan dan rasa ingin tahu (curiosity) siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Guided Discovery Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis ditinjau dari curiosity siswa pada materi Persamaan Garis Lurus. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain the nonequivalent posttest-only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tualang tahun ajaran 2025/2026. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling, sehingga diperoleh kelas eksperimen dan kelas kontrol yang masing-masing terdiri atas 32 siswa. Data dikumpulkan melalui tes, angket, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan ANOVA dua arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Guided Discovery Learning dan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional; (2) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang mengikuti pembelajaran Guided Discovery Learning dan pembelajaran konvensional ditinjau dari tingkat curiosity kategori tinggi, sedang, dan rendah; dan (3) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan tingkat curiosity terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Guided Discovery Learning dan tingkat curiosity masing-masing berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, tetapi keduanya tidak menunjukkan adanya efek interaksi.
Copyrights © 2026