Siswa tunarungu mengalami kesulitan dalam memahami konsep pecahan sederhana akibat keterbatasan bahasa dan pembelajaran yang didominasi dengan simbol tanpa tahapan representasi yang memadai. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan pemahaman konsep pecahan sederhana pada siswa tunarungu kelas VII melalui penerapan pendekatan Concrete–Pictorial–Abstract (CPA). Desain penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart, dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing siklus mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi dengan melibatkan tujuh siswa tunarungu kelas VII di SLB-B YPTB Malang sebagai subjek penelitian. Pendekatan CPA diterapkan melalui tiga tahapan, yaitu penggunaan benda nyata seperti buah dan media pizza pecahan (concrete), representasi visual melalui kegiatan menggambar dan mewarnai pecahan (pictorial), serta penggunaan simbol dan operasi penjumlahan pecahan berpenyebut sama (abstract). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan CPA mampu meningkatkan pemahaman konsep pecahan sederhana siswa. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 68,57 pada kondisi awal menjadi 77,14 pada siklus I dan 85,57 pada siklus II, sementara persentase ketuntasan belajar meningkat dari 28,57% menjadi 85,71%. Dapat disimpulkan bahwa, pendekatan Concrete–Pictorial–Abstract (CPA) terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep pecahan sederhana pada siswa tunarungu.
Copyrights © 2026