Pemanfaatan pelayanan kesehatan berperan dalam pemantauan pertumbuhan, pencegahan masalah gizi, dan deteksi dini gangguan pertumbuhan pada balita, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pemanfaatan pelayanan kesehatan dengan kejadian stunting pada balita di Satuan Pemukiman Bekkae SP 2 Kabupaten Wajo. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Sampel terdiri atas 25 balita yang diperoleh melalui total sampling di Posyandu Bekkae SP 2. Status stunting ditentukan berdasarkan indeks panjang/tinggi badan menurut umur dengan z-score < -2 SD. Pemanfaatan pelayanan kesehatan diukur menggunakan kuesioner melalui wawancara. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Chi-square dan Fisher’s exact test pada tingkat kemaknaan 5%. Sebanyak 16 balita (64,0%) memanfaatkan pelayanan kesehatan dan 8 balita (32,0%) mengalami stunting. Proporsi stunting lebih tinggi pada kelompok yang tidak memanfaatkan pelayanan kesehatan (66,7%) dibandingkan kelompok yang memanfaatkan pelayanan kesehatan (12,5%). Terdapat hubungan bermakna antara pemanfaatan pelayanan kesehatan dan kejadian stunting (p=0,010; OR=14,00; 95% CI: 1,841–106,465). Rendahnya pemanfaatan pelayanan kesehatan berhubungan dengan peluang kejadian stunting yang lebih tinggi. Penguatan akses dan pemanfaatan layanan kesehatan ibu dan anak perlu diprioritaskan pada wilayah permukiman terpencil.
Copyrights © 2026