Latar Belakang : Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah menetapkan regulasi pencegahan penyakit infeksi parasit melalui Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 15 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Kecacingan. Implementasi operasional dari kebijakan ini diwujudkan melalui program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Kecacingan. Berdasarkan survey awal wawancara dengan kurang lebih 5 murid setiap perwakilan kelas rata-rata murid menyatakan menerima obat cacing tersebut namun tidak meminumnya. Kondisi ini menunjukkan perlunya edukasi tentang meminum obat cacing dan TTD yang dibagikan. Tujuan : Meningkatkan pengetahuan anak tentang manfaat obat cacing dan TTD yang dibagikan rutin pada bulan Februari dan Agustus serta meningkatkan motivasi anak untuk mengkonsumsi obat cacing dan TTD. Hasil : Penilaian akhir melalui post test setelah pemberian materi menunjukkan meningkatnya pemahaman yang sangat signifikan di antara seluruh peserta. Murid dengan tingkat pengetahuan kategori kurang berhasil ditekan hingga tidak ada sama sekali (0%), sementara kategori cukup menjadi 37%, dan kategori baik meningkat drastis hingga mencapai 63%. Kesimpulan: Keberhasilan peningkatan pengetahuan lebih dari dua kali lipat ini membuktikan efektivitas metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, penggunaan media visual, serta pembagian buku saku dalam membantu siswa memahami informasi secara optimal.
Copyrights © 2026