NMI THE JOURNAL OF Nursing Management Issues
Vol. 3 No. 3 (2026): August Edition 2026

Laporan kasus pada pasien chronic kidney disease (ckd) stage 5 on hd dengan ansietas

Riskayani Halisra (Universitas Aisyiyah Yogyakarta)
Sigit Harun (Universitas Aisyiyah Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
25 Aug 2026

Abstract

Background: Kidney failure is a condition of gradual and progressive decline in kidney function over a long period of time. Based on the 2018 Basic Health Research (Riskesdas), the prevalence of chronic kidney disease in Indonesia was 0.38%, or approximately 3.8 per 1,000 population. Of these, approximately 60% of patients with kidney failure require dialysis therapy. CKD can limit daily activities and pose a risk of psychological disorders, such as anxiety, especially in individuals who have difficulty adapting to their condition. Anxiety can reduce quality of life, increase the risk of complications, and reduce the success of therapy. Purpose: To determine the effectiveness of providing psychoeducational interventions for patients with stage 5 CKD in the Raudhah Ward of PKU Muhammadiyah Hospital, Yogyakarta. Methods: This study used a case study design through the provision of nursing care. The sample in this study were patients with stage 5 Chronic Kidney Disease (CKD) with nursing problems related to anxiety in the Raudhah Ward of PKU Muhammadiyah Hospital, Yogyakarta. Data were collected based on observations and interviews conducted over a one-day period on February 4, 2026. The instrument used was a palliative care assessment questionnaire from Aisyiyah University Yogyakarta, including the Edmonton Symptom Assessment System (ESAS). Results: After psychoeducation and deep breathing techniques, the patient felt calmer and more relaxed, and felt supported by the presence of her family. Conclusion: Psychoeducation and deep breathing interventions for 1 × 8 hours were effective in reducing anxiety in patients with CKD stage 5 undergoing initial hemodialysis therapy.   Keywords: Anxiety; CKD Stage 5; Deep Breathing Technique; Psychoeducation.   Pendahuluan: Gagal ginjal merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal yang terjadi secara bertahap dan progresif dalam jangka waktu lama. Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2018, prevalensi penyakit ginjal kronis di Indonesia sebanyak 0.38% atau sekitar 3.8 per 1,000 penduduk. Dari jumlah tersebut, sekitar 60% penderita gagal ginjal memerlukan terapi dialisis. CKD dapat membatasi aktivitas sehari-hari serta berisiko menimbulkan gangguan psikologis, seperti ansietas, terutama pada individu yang sulit beradaptasi dengan kondisinya. Ansietas dapat menurunkan kualitas hidup, meningkatkan risiko komplikasi, dan mengurangi keberhasilan terapi. Tujuan: Mengetahui efektivitas pemberian intervensi psikoedukasi pada pasien CKD stage 5 di Bangsal Raudhah RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus melalui pemberian asuhan keperawatan. Sampel pada penelitian ini yaitu pasien Chronic Kidney Disease (CKD) stage 5 dengan masalah keperawatan ansietas di Bangsal Raudhah RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Data dikumpulkan berdasarkan hasil observasi, wawancara yang dilakukan selama satu hari yaitu pada tanggal 04 Februari 2026. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner pengkajian keperawatan paliatif dari Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, seperti kuisioner Edmonton Symptom Assessment System (ESAS). Hasil: Setelah diberikan psikoedukasi dan teknik napas dalam, didapatkan hasil bahwa pasien merasa lebih tenang, rileks, dan pasien merasa didukung dengan adanya kehadiran keluarga. Simpulan: Intervensi psikoedukasi dan teknik napas dalam selama 1 × 8 jam efektif dalam mengurangi ansietas pada pasien CKD stage 5 yang menjalani awal terapi hemodialisis.   Kata Kunci : Ansietas; CKD Stage 5; Psikoedukasi; Teknik Napas Dalam.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

nmi

Publisher

Subject

Health Professions Public Health

Description

Jurnal penelitian dibidang kesehatan meliputi kegiatan manajemen pelayanan kesehatan dibidang: promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia baik secara individu, kelompok. Manajemen pelayanan kesehatan di Rumah Sakit, Puskesmas, dan lembaga pelayanan kesehatan. Terbit 2 ...