NMI THE JOURNAL OF Nursing Management Issues
Vol. 3 No. 3 (2026): August Edition 2026

Asuhan keperawatan medikal bedah pada tn. R dengan gangguan sistem muskuloskeletal postoperasi fraktur femur dextra

Nia Ramadani (Akademi Keperawatan Kesdam I/Bukit Barisan Pematangsiantar)
Astika Handayani (Akademi Keperawatan Kesdam I/Bukit Barisan Pematangsiantar)



Article Info

Publish Date
23 Aug 2026

Abstract

Background: Femoral fracture is one of the musculoskeletal injuries that often occurs due to trauma and generally requires Open Reduction and Internal Fixation (ORIF) surgery. Postoperative conditions often cause nursing problems in the form of acute pain, impaired skin integrity, and impaired physical mobility so that comprehensive nursing care is needed. Purpose: To implement medical surgical nursing care for Mr. R with musculoskeletal system disorders in post-op right femoral fracture. Method: A qualitative study with a descriptive design using a case study approach was conducted on one patient treated in the Anggrek Ward of Vita Insani Hospital, Pematangsiantar, for three days, from April 15–17, 2026. Data were collected through interviews, observation, physical examination, and documentation study, then analyzed descriptively based on the stages of the nursing process. Results: The study identified three primary nursing diagnoses: acute pain, impaired skin integrity, and impaired physical mobility. Interventions included pain management, deep breathing relaxation, skin integrity care, range-of-motion exercises, and gradual mobilization. After three days, pain intensity decreased from 8 to 1, the surgical wound remained clean and dry without signs of infection, and mobility gradually improved, although not yet optimal. Conclusion: The systematic application of the nursing process can support the recovery of post-op patients with right femur fractures by reducing pain, maintaining skin integrity, and increasing physical mobility.   Keywords: Musculoskeletal Disorder; Nursing Care; Postoperative; Right Femur Fracture.   Pendahuluan: Fraktur femur merupakan salah satu cedera muskuloskeletal yang sering terjadi akibat trauma dan umumnya memerlukan tindakan operasi Open Reduction and Internal Fixation (ORIF). Kondisi pascaoperasi sering menimbulkan masalah keperawatan berupa nyeri akut, gangguan integritas kulit, dan gangguan mobilitas fisik sehingga diperlukan asuhan keperawatan yang komprehensif. Tujuan: Untuk melaksanakan asuhan keperawatan medikal bedah pada Tn. R dengan gangguan sistem muskuloskeletal pada post op fraktur femur dextra. Metode: Penelitian kualitatif dengan desain deskriptif melalui pendekatan studi kasus terhadap satu pasien yang dirawat di Ruang Anggrek Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar selama 3 hari, yaitu tanggal 15–17 April 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan tahapan proses keperawatan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tiga diagnosis keperawatan utama, yaitu nyeri akut, gangguan integritas kulit, dan gangguan mobilitas fisik. Intervensi yang diberikan meliputi manajemen nyeri, teknik relaksasi napas dalam, perawatan integritas kulit, latihan rentang gerak (range of motion), dan mobilisasi bertahap. Evaluasi setelah 3 hari menunjukkan penurunan intensitas nyeri dari skala 8 menjadi 1, kondisi luka operasi tetap bersih dan kering tanpa tanda infeksi, serta peningkatan kemampuan mobilitas pasien secara bertahap meskipun belum optimal. Simpulan: Penerapan proses keperawatan secara sistematis mampu mendukung pemulihan pasien post op fraktur femur dextra melalui penurunan nyeri, pemeliharaan integritas kulit, dan peningkatan mobilitas fisik.   Kata Kunci: Asuhan Keperawatan; Fraktur Femur Dextra; Gangguan Muskuloskeletal; Post Operasi.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

nmi

Publisher

Subject

Health Professions Public Health

Description

Jurnal penelitian dibidang kesehatan meliputi kegiatan manajemen pelayanan kesehatan dibidang: promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia baik secara individu, kelompok. Manajemen pelayanan kesehatan di Rumah Sakit, Puskesmas, dan lembaga pelayanan kesehatan. Terbit 2 ...