Indonesia merupakan negara penghasil kopi terbesar keempat di dunia dengan tingkat konsumsi yang terus meningkat setiap tahunnya. Kondisi ini menyebabkan jumlah limbah ampas kopi semakin bertambah dan berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dimanfaatkan dengan baik. Di sisi lain, minyak jelantah yang digunakan berulang kali juga menimbulkan bau tidak sedap dan berisiko mencemari lingkungan. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini dilakukan untuk memanfaatkan limbah ampas kopi sebagai bioadsorben dalam menghilangkan bau pada minyak jelantah. Dalam penelitian ini digunakan metode eksperimen dengan tiga perlakuan, yaitu minyak jelantah tanpa perlakuan sebagai kontrol, minyak jelantah yang dicampur ampas kopi murni, serta minyak jelantah yang dicampur ampas kopi teraktivasi NaOH. Efektivitas bioadsorben diuji melalui parameter uji bau, uji warna, dan uji viskositas untuk mengetahui perubahan kualitas minyak setelah proses filtrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ampas kopi yang diaktivasi menggunakan NaOH memiliki efektivitas yang lebih baik dibandingkan ampas kopi tanpa perlakuan. Minyak jelantah yang telah difiltrasi menggunakan ampas kopi teraktivasi menunjukkan kualitas yang lebih baik berdasarkan hasil pengujian bau, warna, dan viskositas. Dengan demikian, limbah ampas kopi berpotensi dimanfaatkan sebagai bioadsorben ramah lingkungan untuk membantu pengolahan minyak jelantah sekaligus mengurangi pencemaran limbah biomassa.
Copyrights © 2026