Pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar masih berpusat pada guru sehingga keterampilan berpikir kritis, kerja sama, dan komunikasi murid belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan tersebut melalui model PERMATA yang mengintegrasikan Problem Based Learning (PBL), Student Teams Achievement Division (STAD), dan Think Pair Share (TPS). Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif terhadap 20 murid kelas V SDN Antasan Besar 1 Banjarmasin yang dilaksanakan dalam empat pertemuan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Penerapan model PERMATA meningkatkan aktivitas guru dari skor 18 (cukup baik) menjadi 28 (sangat baik), aktivitas murid dari 71% menjadi 85%, keterampilan berpikir kritis dari 66% menjadi 85%, keterampilan kerja sama dari 28% menjadi 80%, keterampilan komunikasi dari 19% menjadi 85%, serta hasil belajar pada ranah afektif, kognitif, dan psikomotor berturut-turut mencapai 85%, 95%, dan 80%. Model PERMATA efektif menciptakan pembelajaran yang aktif dan berpusat pada murid sehingga dapat menjadi alternatif pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kerja sama, komunikasi, dan hasil belajar pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila.
Copyrights © 2026