Latar Belakang: Keterampilan membaca pemahaman diyakini berperan sebagai jembatan kognitif yang mendukung kemampuan siswa memahami konteks naratif pada soal cerita matematika, namun sejauh mana hubungan ini terjadi pada siswa sekolah dasar di tingkat lokal belum banyak dikaji. Metode: Penelitian kuantitatif korelasional ini melibatkan 52 siswa kelas 5 dari SDN Kidang dan SDN Peras di Gugus 03 Kecamatan Praya Timur yang dipilih melalui purposive sampling. Keterampilan membaca pemahaman diukur menggunakan tes objektif 15 butir, sedangkan keterampilan pemecahan soal cerita matematika diukur menggunakan tes uraian 5 butir yang dinilai berdasarkan empat tahapan pemecahan masalah Polya, kemudian kedua variabel dianalisis menggunakan korelasi Product Moment Pearson. Hasil: Analisis menghasilkan koefisien korelasi r = 0,373 (p = 0,003), menunjukkan hubungan positif dan signifikan namun tergolong rendah antara kedua variabel, dengan kontribusi keterampilan membaca pemahaman sebesar 13,91% terhadap keterampilan pemecahan soal cerita matematika. Performa siswa menurun tajam pada tahapan pemecahan masalah selanjutnya, dari 96,15% pada tahap memahami masalah menjadi hanya 34,62% pada tahap memeriksa kembali. Implikasi: Keterampilan membaca pemahaman merupakan fondasi penting namun bukan satu-satunya penentu keberhasilan siswa dalam memecahkan soal cerita matematika, sehingga guru disarankan mengintegrasikan penguatan literasi dengan pembelajaran numerasi, khususnya pada tahap merencanakan dan memeriksa kembali.
Copyrights © 2026