Meskipun digitalisasi investasi emas melalui fitur e-Emas di aplikasi BYOND oleh BSI memudahkan diversifikasi aset syariah, masyarakat pedesaan seperti karyawan SPPG Kediri Selatan di Lombok Barat masih kurang terinformasi tentang ekonomi syariah karena stigma modal yang kuat dan kurangnya staf bank organik yang tersedia di sekitar mereka. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi dan mempercepat inklusi keuangan digital syariah. Untuk mencapai tujuan ini, mahasiswa magang BSI KCP Bertais dioptimalkan dengan strategi "jemput bola". Metode pelaksanaan pengabdian ini menggunakan pendekatan intervensi langsung dan pendampingan terstruktur yang melibatkan sosialisasi klasikal serta pendampingan personal (on-site assistance) dari meja ke meja kepada 43 pekerja. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman; pengetahuan tentang keterjangkauan modal awal e-Emas meningkat dari 14% (6 orang) menjadi 100% (43 orang). Dari perspektif keterampilan teknis, tingkat aktivasi akun investor baru meningkat dari 0% menjadi 91% dari 39 karyawan; 27 di antaranya langsung melakukan transaksi pembelian saldo emas pertama. Karena masalah dengan pemindaian biometrik wajah dan kualitas fisik KTP, empat karyawan gagal aktivasi. Program ini menunjukkan bahwa mahasiswa magang sebagai perpanjangan tangan strategis perbankan sangat efektif dalam mengikis resistensi teknologi dan mengubah budaya keuangan konsumtif menjadi produktif berbasis syariah di institusi lokal
Copyrights © 2026