Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pergeseran model komunikasi publik di era digital dari pola komunikasi satu arah menuju komunikasi yang lebih partisipatif serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong perubahan tersebut. Transformasi digital telah mengubah pola hubungan antara pemerintah, media, dan masyarakat, di mana masyarakat tidak lagi hanya berperan sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai produsen, penyebar, dan pemberi umpan balik terhadap informasi publik. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah dan mensintesis berbagai penelitian terdahulu yang relevan mengenai komunikasi publik, media digital, partisipasi masyarakat, dan transformasi komunikasi pemerintahan. Analisis dilakukan melalui tahapan identifikasi literatur, seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, evaluasi relevansi, serta sintesis temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi telah mendorong perubahan komunikasi publik menjadi lebih interaktif, dialogis, cepat, dan partisipatif. Media sosial dan platform digital memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, memberikan respons, serta terlibat dalam proses komunikasi publik. Namun, transformasi tersebut masih menghadapi tantangan berupa kesenjangan literasi digital, disinformasi, rendahnya kualitas interaksi, dan ketimpangan akses teknologi. Dengan demikian, komunikasi publik di era digital perlu diarahkan pada model komunikasi partisipatif yang inklusif, responsif, transparan, dan berorientasi pada keterlibatan masyarakat.
Copyrights © 2026