Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor teknis dan sumber daya manusia (SDM) yang memengaruhi implementasi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) di BKPSDM Kabupaten Pelalawan pada tahun 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif guna memperoleh gambaran mendalam mengenai berbagai kendala yang muncul dalam penerapan sistem tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan pejabat struktural, tenaga teknis, dan operator SIMPEG, serta didukung oleh studi dokumentasi terhadap berbagai dokumen resmi, regulasi, dan literatur yang relevan. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan validitas data diuji menggunakan teknik triangulasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi SIMPEG masih menghadapi sejumlah hambatan dari aspek teknis, di antaranya gangguan sistem (error), kualitas jaringan internet yang belum stabil, serta keterbatasan sarana dan perangkat pendukung operasional. Selain itu, faktor SDM turut memengaruhi efektivitas penerapan sistem, yang ditunjukkan oleh rendahnya tingkat literasi digital sebagian ASN, terbatasnya kegiatan pelatihan yang diselenggarakan, serta ketidaklengkapan dokumen persyaratan yang menghambat proses penginputan dan pengelolaan data kepegawaian. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi SIMPEG tidak hanya bergantung pada ketersediaan teknologi informasi, tetapi juga memerlukan kesiapan sumber daya manusia, dukungan regulasi yang memadai, serta tata kelola yang sesuai dengan prinsip-prinsip good governance. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan melalui peningkatan kualitas infrastruktur teknologi, penguatan kompetensi SDM, dan evaluasi sistem secara berkala guna mendukung optimalisasi layanan kepegawaian berbasis digital di BKPSDM Kabupaten Pelalawan.
Copyrights © 2026