Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor apa saja yang menyebabkan stunting dan strategi apa yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir untuk menurunkan prevalensi stunting. Penelitian ini menggunakan pertama, data primer yaitu mengenai tanggapan informan tentang data-data maupun informasi yang diperlukan guna untuk penelitian dengan cara wawancara mendalam, observasi non partisipatif. Kedua, data sekunder adalah literatur, media cetak, buku, peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk melengkapi data primer. Lokasi penelitian di Kecamatan Reteh Kelurahan Pulau Kijang dan Kelurahan Madani. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober, November, Desember 2024 dan Januari 2025. Informan penelitian staff Dinas Kesehatan, Staff UPT Puskesmas, Kader dan ibu dari anak stunting. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan adalah Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting dengan mengukuhkan lurah sebagai bapak asuh dan ibu lurah sebagai bunda asuh di tingkat Kelurahan/desa sudah berjalan secara optimal, kader dan masyarakat merasa terbantu dengan adanya program ini untuk kegiatan Pemberian Makanan Tambahan kepada anak di Posyandu. Strategi yang dibuat melalui 5 strategi menurut Geof Mulgan yaitu (1) tujuan untuk memperbaiki gizi anak dan tumbuh kembang anak, (2) lingkungan terdiri dari lingkungan external dan internal, (3) Arahan meliputi perintah dari atasan, regulasi, dan koordinasi melalui forum. (4) Tindakan strategi yang di ambil adalah menerapkan program Bapak Bunda asuh dan interfensi Spesifik (5) Evaluasi dilaksanakan melalui mini lokakarya 3 bulan sekali tingkat kecamatan dan 6 bulan sekali untuk tingkat Kabupaten. Namum, faktor lain yang menyebabkaan terjadinya stunting di Kecamatan Reteh berdasarkan kerangka Sound Governance, kualitas sistem tata kelola ditentukan oleh interaksi dinamis antara sepuluh dimensi. Khususnya pada dimensi proses dan struktur, yang menghambat penurunan stunting di Kelurahan Pulau Kijang dan Madani
Copyrights © 2026