p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal jurnal niara
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sekuritisasi Isu Human Trafficking Dalam Upaya Pencegahan Pekerja Migran Indonesia  (PMI) Ilegal Di Wilayah Perbatasan Kabupaten Bengkalis Zana; Saiman Pakpahan; Wazni
Jurnal Niara Vol. 18 No. 3 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/84w4c659

Abstract

Perdagangan orang (human trafficking) merupakan bentuk kejahatan transnasional yang berdampak terhadap keamanan manusia, serta stabilitas sosial. Kabupaten Bengkalis merupakan wilayah perbatasan yang berbatasan dengan Malaysia. Kabupaten Bengkalis merupakan wilayah perbatasan yang rentan terhadap perdagangan orang karena melibatkan jaringan lintas negara. Human trafficking termasuk dalam ancaman keamanan non-tradisional. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses sekuritisasi isu human trafficking dalam upaya pencegahan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal di wilayah perbatasan Kabupaten Bengkalis dalam kajian Hubungan Internasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Data yang diperoleh melalui wawancara dengan pihak Imigrasi Kelas II TPI Bengkalis, Pos Angkatan Laut (Posal TNI AL), dan Disnakertrans Kabupaten Bengkalis, penelusuran dokumen, serta observasi. Analisis data menggunakan alur coding Johnny Saldana dan penarikan kesimpulan berdasarkan teori sekuritisasi Barry Buzan yang memiliki lima unsur utama, yaitu securitizing actor, referent object, audience, existential threat, dan speech act. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses sekuritisasi telah berjalan dan dapat dilihat dari pengawasan patroli laut, pengawasan dokumen perjalanan, dan peningkatan keamanan verifikasi calon tenaga kerja. Securitizing actor berperan menghadapi perdagangan orang sebagai ancaman serius. Referent object yang dilindungi masyarakat perbatasan dan keamanan wilayah negara. Posisi human trafficking sebagai existential threat yang merupakan kejahatan lintas negara yang memiliki dampak terhadap keamanan sosial. Dalam menindaklanjuti human trafficking speech act  merupakan pernyataan resmi penegak hukum dan audience sebagai tindakan penanganan yang lebih serius
Strategi Percepatan Penurunan Stunting oleh Dinas Kesehatan Di Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir Rosa Kartika Ayu; Umi Oktyari Retnaninggsih; Wazni
Jurnal Niara Vol. 19 No. 2 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/kt138484

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor apa saja yang menyebabkan stunting dan strategi apa yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir untuk menurunkan prevalensi stunting. Penelitian ini menggunakan pertama, data primer yaitu mengenai tanggapan informan tentang data-data maupun informasi yang diperlukan guna untuk penelitian dengan cara wawancara mendalam, observasi non partisipatif. Kedua, data sekunder adalah literatur, media cetak, buku, peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk melengkapi data primer. Lokasi penelitian di Kecamatan Reteh Kelurahan Pulau Kijang dan Kelurahan Madani. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober, November, Desember 2024 dan Januari 2025. Informan penelitian staff Dinas Kesehatan, Staff  UPT Puskesmas, Kader dan ibu dari anak stunting. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan adalah Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting dengan mengukuhkan lurah sebagai bapak asuh dan ibu lurah sebagai bunda asuh di tingkat Kelurahan/desa sudah berjalan secara optimal,  kader dan masyarakat merasa terbantu dengan adanya program ini untuk kegiatan Pemberian Makanan Tambahan kepada anak di Posyandu. Strategi yang dibuat melalui 5 strategi menurut Geof Mulgan yaitu (1) tujuan untuk memperbaiki gizi anak dan tumbuh kembang anak, (2) lingkungan terdiri dari lingkungan external dan internal, (3) Arahan meliputi perintah dari atasan, regulasi, dan  koordinasi melalui forum. (4) Tindakan strategi yang di ambil adalah menerapkan program Bapak Bunda asuh dan interfensi Spesifik  (5) Evaluasi dilaksanakan melalui mini lokakarya 3 bulan sekali tingkat kecamatan dan 6 bulan sekali untuk tingkat Kabupaten. Namum, faktor lain yang menyebabkaan terjadinya stunting di Kecamatan Reteh berdasarkan kerangka Sound Governance, kualitas sistem tata kelola ditentukan oleh interaksi dinamis antara sepuluh dimensi. Khususnya pada dimensi proses dan struktur, yang menghambat penurunan stunting di Kelurahan Pulau Kijang dan Madani