Program Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kualitas keluarga dan mengendalikan pertumbuhan penduduk. Namun, penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) implan di Desa Hawai masih tergolong rendah dibandingkan metode kontrasepsi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan Program Keluarga Berencana Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Implan di Desa Hawai. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Data diperoleh dari laporan pelayanan KB periode Januari–April 2026 yang meliputi jumlah Pasangan Usia Subur (PUS), pengguna KB pil, suntik, implan, IUD, dan pasangan yang tidak ber-KB. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif melalui distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pengguna implan tetap sebanyak 19 akseptor atau sekitar 6,01% dari total 316 PUS selama periode pengamatan, sedangkan penggunaan kontrasepsi didominasi oleh pil (41,14%) dan suntik (37,97%). Rendahnya penggunaan implan dipengaruhi oleh keterbatasan pengetahuan masyarakat, kurangnya dukungan suami, akses pelayanan yang belum optimal, dan minimnya sosialisasi mengenai MKJP. Penelitian ini menghasilkan Model E-DASI IMPLAN yang terdiri atas Edukasi Berbasis Komunitas, Dukungan Suami, Akses Pelayanan, dan Sosialisasi Intensif Implan sebagai strategi peningkatan penggunaan MKJP di Desa Hauwai
Copyrights © 2026