Asesmen pra-sekolah dasar untuk memprediksi prestasi belajar anak sudah banyak dilakukan, namun belum banyak dibuktikan efektivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas inkremental kesipan sekolah, integrasi visual motor, dan inteligensi prediktor prestasi belajar dan daya prediktifnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Instrumen yang digunakan yaitu Nijmeegse Schoolbekwaamheids Test (NST), Beery Buktenica Visual Motoric Integration (VMI), Raven Colored progressive matrices (CPM), dan nilai rapor. Teknik analisis data menggunakan hierarchical regression dengan menggabungkan prediktor secara berurutan dari kesiapan sekolah, integrasi visual motor, dan inteligensi dalam tiga model. Dari ketiga model yang diuji, model 3 gabungan ketiga prediktor secara signifikan memprediksi prestasi belajar dengan varians sebesar 16,2%. Kesiapan sekolah [t= 2,861; B=0,125 (p<0,05)] dan integrasi visual motor [t=2,271; B=0,046 (p<0,05)] masing-masing memberikan sumbangan parsial yang signifikan, sedangkan inteligensi sebaliknya [t=-0,981; B=-0,405 (p>0,05)]. Hal ini menandakan bahwa fase awal sekolah dasar, prestasi akademik yang bersifat multidimensional tidak selalu dipengaruhi besar dari faktor kognitif, melainkan juga faktor internal dan eksternal dari pribadi anak. Selain itu, varians terbatas dari partisipan berpotensi mempengaruhi interpretasi hasil penelitian.
Copyrights © 2026