Pendidikan Islam memiliki peran vital dalam mengarahkan kehidupan manusia agar senantiasa berlandaskan nilai-nilai syariat. Namun, diskursus filsafat pendidikan kontemporer sering kali memisahkan kajian tokoh klasik dengan ideologi filsafat modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konseptualisasi pendidikan Islam perspektif Imam Al-Ghazali serta merekonstruksi relevansi epistemologis dan metodologisnya terhadap aliran fundamentalisme pendidikan (perennialisme). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berjenis studi kepustakaan (library research) dengan teknik analisis isi (content analysis) dan pendekatan hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan adanya persinggungan konseptual yang kuat antara pemikiran Al-Ghazali dan fundamentalisme pendidikan dalam empat dimensi utama: (1) orientasi, yang menitikberatkan pada pembentukan moral-karakter berbasis wahyu dan tradisi abadi; (2) tujuan, yakni mewujudkan insan paripurna (insan kamil) yang berorientasi pada kemuliaan spiritual (taqarrub ilallah); (3) dasar keilmuan, yang bersumber pada kebenaran universal-transendental; serta (4) metodologi, yang menekankan keteladanan pendidik (uswatun hasanah) dan kedisiplinan etis. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa pemikiran Al-Ghazali dapat menduduki peran sentral sebagai fondasi teoretis fundamentalisme pendidikan Islam dalam menjawab krisis moral di era modern.
Copyrights © 2026