Pegon adalah sistem penulisan bahasa lokal, terutama bahasa Jawa, Sunda, dan Madura, menggunakan huruf Arab yang telah dimodifikasi untuk menyesuaikan bunyi yang tidak terdapat dalam bahasa Arab. Aksara Pegon memiliki posisi yang sangat penting dalam tradisi intelektual pesantren. Selain berfungsi sebagai alat bantu dalam memahami kitab kuning, Pegon juga menjadi media transmisi nilai-nilai keislaman dan budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Metode yang digunakan yaitu Assed-Based Community Development (ABCD) menekankan pada pengembangan dalam setiap tahapan. Tahapan-tahapan tersebut diantaranya yaitu identifikasi asset komunitas, identifikasi masalah, menyusun dan melaksanakan rencana, dan evaluasi kegiatan. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan pembelajaran pego yaitu santri baru yang sebelumnya tidak sepenuhnya mengenal tentang penulisan pegon kini mulai bisa membedakan huruf huruf pegon beserta cara bunyinya.
Copyrights © 2026