Sumatera Selatan memiliki beberapa daerah sebagai penghasil kopi unggulan yang memiliki keragaman karakteristik mutu antar wilayah produksi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi mutu fisik dan cita rasa 12 sampel Kopi Robusta dari lima sentra produksi berdasarkan SNI 01‑2907‑2008 dan protokol cupping SCAA. Pengujian mutu fisik meliputi kadar air, kadar kotoran, ukuran biji, nilai cacat, serangga hidup, dan bau busuk/kapang. Pengujian sensoris menggunakan 10 atribut cupping SCAA. Hasil penelitian menunjukkan seluruh sampel memiliki kadar kotoran 0% dan 75% berukuran besar, namun 7 dari 12 sampel (58,3%) memiliki kadar air melebihi batas maksimal 12,5%, dengan nilai tertinggi pada Kopi Ulu Danau OKUS (15,9%). Serangga hidup ditemukan pada 2 sampel dan bau kapang pada 1 sampel. Berdasarkan nilai cacat, 3 sampel tergolong Mutu 1, 2 sampel Mutu 2, dan 2 sampel Mutu 3. Pada penilaian cita rasa, 8 dari 12 sampel (66,7%) memperoleh skor akhir ≥80 sehingga memenuhi syarat sebagai specialty grade, dengan skor tertinggi pada Kopi Emass Empat Lawang (83,75) dan terendah pada Sekayoen Lahat (75,00).
Copyrights © 2026