Arus digitalisasi dan globalisasi memicu degradasi civic values (nilai kewarganegaraan) di kalangan generasi muda, di mana pembelajaran sejarah dan kewarganegaraan di perguruan tinggi sering kali terjebak pada pendekatan tekstual yang kaku. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memperkuat civic values mahasiswa melalui pendekatan place-based education (pembelajaran berbasis tempat) dengan memanfaatkan Situs Cagar Budaya Leang-leang di Kabupaten Maros sebagai laboratorium sosial. Sasaran program ini melibatkan mahasissiswa dan dosen pendamping. Metode pelaksanaan program ini dirancang melalui empat tahapan utama: persiapan/koordinasi, pembekalan teoretis-interaktif (pre-visit), kunjungan lapangan reflektif (on-situs visit) dengan metode Live In-Situs Guided History, serta evaluasi melalui kuesioner instrumen civic values. Hasil evaluasi kuantitatif menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor rata-rata civic values peserta, yaitu dari nilai awal 55% (pre-test) menjadi 88% (post-test). Secara kualitatif, kegiatan ini berhasil mendekonstruksi pemikiran apatis mahasiswa menjadi agen aktif pelestari budaya (cultural heritage agents) melalui aksi nyata. Kesimpulan dari PkM ini menunjukkan bahwa integrasi situs arkeologi lokal sebagai media pembelajaran kewarganegaraan sangat efektif untuk menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) dan tanggung jawab sosial sebagai warga negara modern yang berakar pada identitas budaya bangsa.
Copyrights © 2026