Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Six Sigma dalam pengendalian kualitas air pada PT ABC IPA Unit A, Samarinda. Fokus penelitian adalah mengidentifikasi jenis ketidaksesuaian, menganalisis tingkat ketidaksesuaian, dan memberikan usulan perbaikan untuk meningkatkan kualitas air produksi. Metode Six Sigma dengan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve) digunakan untuk menganalisis data produksi selama periode Desember 2024 hingga Februari 2025, dengan sampel sebanyak 1008 uji laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaksesuaian utama terjadi pada parameter sisa klor (830 sampel) dan kekeruhan (47 sampel), sementara pH air tidak menunjukkan ketidaksesuaian. Nilai DPMO (Defect Per Million Opportunities) sebesar 290.013,22 dan level sigma 2,0533 mengindikasikan perlunya perbaikan signifikan. Analisis penyebab menggunakan diagram fishbone mengungkap faktor-faktor seperti human error, kebocoran pipa, dan kondisi lingkungan. Usulan perbaikan meliputi penggunaan dosing pump otomatis, pelatihan karyawan, serta pengecekan dan penebalan media filter secara berkala. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi PT ABC dalam meningkatkan kualitas air produksi, serta menjadi referensi akademis terkait penerapan Six Sigma di industri pengolahan air. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah melanjutkan tahap Control (DMAIC) dan mengeksplorasi metode lain untuk optimasi lebih lanjut.
Copyrights © 2026