Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perencanaan Persediaan Darah pada UDD PMI Kabupaten Berau Menggunakan Metode Continuous Review System (CRS) Armeynita Nur Aulia; Willy Tambunan; Ridzky Zul Asdi
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 3 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i3.1649

Abstract

Pengendalian persediaan darah yang tidak optimal dapat menyebabkan ketidakseimbangan antara permintaan dan ketersediaan stok. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kebijakan persediaan optimal Packed Red Cell (PRC) di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Berau dengan mempertimbangkan pola permintaan dan efisiensi biaya. Metode yang digunakan adalah peramalan time series yang kemudian diolah menggunakan Continuous Review System (CRS) untuk menentukan jumlah pemesanan optimal, titik pemesanan kembali, dan persediaan pengaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola permintaan PRC cenderung stabil hingga berfluktuasi ringan. Model peramalan terbaik untuk golongan darah A menggunakan Weighted Moving Average (length = 10) dengan MAD 0,75, MSE 0,73, dan MAPE 2,0%. Golongan darah B menggunakan Moving Average (length = 11) dengan MAD 4,36, MSE 19,04, dan MAPE 10,1%. Golongan darah AB menggunakan Weighted Moving Average (length = 11) dengan MAD 3,21, MSE 10,32, dan MAPE 15,3%. Golongan darah O menggunakan Weighted Moving Average (length = 10) dengan MAD 3,52, MSE 14,91, dan MAPE 5,8%. Penerapan metode CRS menunjukkan bahwa tidak diperlukan safety stock pada seluruh golongan darah dengan tingkat pelayanan di atas 99%. Selain itu, metode ini mampu menurunkan biaya persediaan sebesar 44% pada golongan darah A dan B, 42% pada golongan darah AB, serta 45% pada golongan darah O. Dengan demikian metode CRS dianggap efektif dalam meningkatkan efisiensi biaya sekaligus menjaga ketersediaan persediaan darah PRC di UDD PMI Kabupaten Berau.
Pengambilan Keputusan Pemilihan Supplier Tepung untuk UMKM Roti Menggunakan Metode Multikriteria ANP-TOPSIS Dutho Suh Utomo; Ridzky Zul Asdi
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 7 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v7i2.2102

Abstract

Usaha mikro dalam bidang pembuatan roti sangat bergantung pada ketersediaan bahan baku berkualitas, terutama tepung, untuk memastikan kualitas produk dan efisiensi produksi. Pengambilan keputusan dalam pemilihan supplier tepung yang tepat menjadi sangat penting karena setiap supplier memiliki perbedaan dalam hal kualitas, harga, dan kriteria lainnya. Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan pengambilan keputusan mutikriteria yang terstruktur dan objektif. Penelitian melakukan pemilihan supplier tepung pada UMKM roti menggunakan metode ANP-TOPSIS dengan hanya mengacu pada kriteria dan alternatif tanpa menggunakan subkriteria seperti yang sering digunakan dalam studi sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Analytical Network Process (ANP) berhasil menentukan bobot prioritas dari lima kriteria utama dalam pemilihan pemasok tepung untuk usaha roti XYZ, yakni kualitas produk, harga, respon, fleksibilitas, dan pengiriman. Kualitas memperoleh bobot tertinggi sebesar 0,228, diikuti oleh harga (0,225), respon (0,191), fleksibilitas (0,190), dan pengiriman (0,166). Hal ini menegaskan bahwa kualitas bahan baku dan harga menjadi dua faktor terpenting dalam proses seleksi supplier. Selanjutnya, metode TOPSIS diterapkan untuk mengevaluasi dan memeringkat tiga alternatif supplier berdasarkan bobot kriteria tersebut. Toko A memperoleh skor tertinggi sebesar 1,000, menjadikannya supplier terbaik, diikuti oleh Toko B (0,428) dan Toko C (0,357). Toko A dianggap paling mendekati solusi ideal positif dan paling jauh dari solusi negatif, sehingga menjadi pilihan utama. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa integrasi metode ANP-TOPSIS merupakan pendekatan efektif dan sistematis dalam mendukung pengambilan keputusan multikriteria, khususnya dalam pemilihan pemasok. Pendekatan ini tidak hanya mempertimbangkan bobot kriteria secara struktural dan interdependen, tetapi juga memberikan pemeringkatan objektif terhadap alternatif yang tersedia.