Penelitian ini membahas objek material dan objek formal sosiologi dakwah dalam aktivitas pembinaan keagamaan di Polresta Bandar Lampung. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya melihat dakwah tidak hanya sebagai penyampaian pesan keagamaan, tetapi sebagai realitas sosial yang berlangsung dalam lingkungan kelembagaan dengan karakter dan hubungan sosial tertentu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di Polresta Bandar Lampung. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta diperiksa melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa objek material sosiologi dakwah meliputi personel sebagai mad’u, pembina sebagai da’i, aktivitas pembinaan, pesan keagamaan, media dan metode penyampaian, serta lingkungan kelembagaan kepolisian. Objek formalnya tampak pada interaksi pembina dengan personel, komunikasi keagamaan, hubungan antar personal, partisipasi dalam Binrohtal, serta hubungan kepolisian dengan tokoh agama dan masyarakat. Hubungan kedua objek tersebut menunjukkan bahwa aktivitas pembinaan keagamaan di Polresta Bandar Lampung merupakan realitas sosial dakwah yang berlangsung melalui interaksi dan proses sosial dalam lingkungan organisasi kepolisian. Konteks kontemporer tidak terutama ditunjukkan melalui digitalisasi, tetapi melalui penyesuaian dakwah terhadap perubahan karakter masyarakat, kompleksitas institusi, pola komunikasi, dan hubungan kepolisian dengan masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa kajian sosiologi dakwah perlu memperhatikan keterkaitan antara unsur dakwah dan proses sosial yang membentuknya dalam lingkungan kelembagaan yang spesifik.
Copyrights © 2026