Sonhaji Sonhaji
UIN Raden Intan Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI FKUB BANDAR LAMPUNG DALAM MENUMBUHKAN TOLERANSI UMAT BERAGAMA Idrus Ruslan Idrus; Sonhaji Sonhaji
Harmoni Vol. 20 No. 1 (2021): Januari-Juni 2021
Publisher : Research and Development Center for Guidance for Religious Societies and Religious Services, the Research and Development and Education and Training Agency of the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia (MORA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32488/harmoni.v20i1.458

Abstract

The focus of the this research is to examine the duties and responsibilities of FKUB in realizing a tolerant life as a capital for community resilience. The basic thing is that Indonesia is a diverse country, as well as the conditions in the city of Bandar Lampung. Therefore, FKUB in this city has a strategy in foresting tolerance between religious communities. The theory used is the theory of symbolic interactionism with the character John Dewey and C.H. Cooley, as well as the deconfessionalization theory proposed by C.A.O. Van Niuwenhuijz. This research is a type of field research which is descriptive with qualitative analysis. Data collection techniques by means of observation, interviews and documentation. The results showed that the strategy carried out by the Bandar Lampung FKUB in fostering interfaith tolerance was in addition to being based on the main task, also making youth (adolescents and students) the targets of the work program because they would later become leaders. The supporting factors are the solidity of the management, financial support from the Government, and the participation of the religious community. While the inhibiting factors come from internal as well as external. Internal factors where the management has their own busyness, while external inhibiting factors include the conflict of interest between the FKUB and the Regional Government, this happens because of different points of view in seeing an activity.
OBJEK FORMAL DAN OBJEK MSTERIAL SOSIOLOGI DAKWAH KONTEMPORER Rudi S; Abdul Syukur; Sonhaji Sonhaji; Mawardi Mawardi
Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia (JESI) Vol. 5 No. 1 (2026): Maret
Publisher : STEI Al-Amar Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jesi.v5i1.458

Abstract

Penelitian ini membahas objek material dan objek formal sosiologi dakwah dalam aktivitas pembinaan keagamaan di Polresta Bandar Lampung. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya melihat dakwah tidak hanya sebagai penyampaian pesan keagamaan, tetapi sebagai realitas sosial yang berlangsung dalam lingkungan kelembagaan dengan karakter dan hubungan sosial tertentu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di Polresta Bandar Lampung. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta diperiksa melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa objek material sosiologi dakwah meliputi personel sebagai mad’u, pembina sebagai da’i, aktivitas pembinaan, pesan keagamaan, media dan metode penyampaian, serta lingkungan kelembagaan kepolisian. Objek formalnya tampak pada interaksi pembina dengan personel, komunikasi keagamaan, hubungan antar personal, partisipasi dalam Binrohtal, serta hubungan kepolisian dengan tokoh agama dan masyarakat. Hubungan kedua objek tersebut menunjukkan bahwa aktivitas pembinaan keagamaan di Polresta Bandar Lampung merupakan realitas sosial dakwah yang berlangsung melalui interaksi dan proses sosial dalam lingkungan organisasi kepolisian. Konteks kontemporer tidak terutama ditunjukkan melalui digitalisasi, tetapi melalui penyesuaian dakwah terhadap perubahan karakter masyarakat, kompleksitas institusi, pola komunikasi, dan hubungan kepolisian dengan masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa kajian sosiologi dakwah perlu memperhatikan keterkaitan antara unsur dakwah dan proses sosial yang membentuknya dalam lingkungan kelembagaan yang spesifik.