Rudi S
UIN Raden Intan Lampung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

OBJEK FORMAL DAN OBJEK MSTERIAL SOSIOLOGI DAKWAH KONTEMPORER Rudi S; Abdul Syukur; Sonhaji Sonhaji; Mawardi Mawardi
Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia (JESI) Vol. 5 No. 1 (2026): Maret
Publisher : STEI Al-Amar Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jesi.v5i1.458

Abstract

Penelitian ini membahas objek material dan objek formal sosiologi dakwah dalam aktivitas pembinaan keagamaan di Polresta Bandar Lampung. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya melihat dakwah tidak hanya sebagai penyampaian pesan keagamaan, tetapi sebagai realitas sosial yang berlangsung dalam lingkungan kelembagaan dengan karakter dan hubungan sosial tertentu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di Polresta Bandar Lampung. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta diperiksa melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa objek material sosiologi dakwah meliputi personel sebagai mad’u, pembina sebagai da’i, aktivitas pembinaan, pesan keagamaan, media dan metode penyampaian, serta lingkungan kelembagaan kepolisian. Objek formalnya tampak pada interaksi pembina dengan personel, komunikasi keagamaan, hubungan antar personal, partisipasi dalam Binrohtal, serta hubungan kepolisian dengan tokoh agama dan masyarakat. Hubungan kedua objek tersebut menunjukkan bahwa aktivitas pembinaan keagamaan di Polresta Bandar Lampung merupakan realitas sosial dakwah yang berlangsung melalui interaksi dan proses sosial dalam lingkungan organisasi kepolisian. Konteks kontemporer tidak terutama ditunjukkan melalui digitalisasi, tetapi melalui penyesuaian dakwah terhadap perubahan karakter masyarakat, kompleksitas institusi, pola komunikasi, dan hubungan kepolisian dengan masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa kajian sosiologi dakwah perlu memperhatikan keterkaitan antara unsur dakwah dan proses sosial yang membentuknya dalam lingkungan kelembagaan yang spesifik.
METODE PENELITIAN KUALITATIF: KARAKTERISTIK, PENDEKATAN, TAHAPAN, DAN PROSES ANALISIS Rudi S; Khomsahrial Romli; Fitri Yanti; Syaifudin Syaifudin
Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia (JESI) Vol. 4 No. 2 (2025): September
Publisher : STEI Al-Amar Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jesi.v4i2.472

Abstract

Penelitian kualitatif merupakan pendekatan yang digunakan untuk memahami fenomena secara mendalam melalui konteks alamiah, pengalaman subjek, serta proses interpretasi terhadap data yang diperoleh. Artikel ini bertujuan untuk menguraikan karakteristik, pendekatan, tahapan, dan proses analisis dalam penelitian kualitatif secara sistematis. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data diperoleh dari berbagai literatur akademik yang relevan, berupa buku metodologi penelitian, artikel jurnal ilmiah, dan sumber akademik lainnya, kemudian dianalisis melalui proses identifikasi, klasifikasi, perbandingan, interpretasi, dan sintesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penelitian kualitatif memiliki karakteristik berupa penelitian dalam konteks alamiah, peneliti sebagai instrumen utama dengan dukungan instrumen pendukung, penggunaan data berupa kata, narasi, tindakan, dan dokumen, penekanan pada makna, fleksibilitas proses penelitian, serta kecenderungan analisis induktif. Pendekatan penelitian kualitatif meliputi studi kasus, fenomenologi, etnografi, grounded theory, naratif, dan penelitian tindakan yang dipilih berdasarkan fokus dan tujuan penelitian. Tahapan penelitian mencakup penentuan masalah dan fokus, lokasi serta sumber data primer dan sekunder, informan, pengumpulan dan pengolahan data, pemeriksaan keabsahan data, serta interpretasi dan penarikan kesimpulan. Proses analisis bergerak dari kondensasi data, pengkodean, kategorisasi dan pembentukan tema, penyajian pola, interpretasi, hingga verifikasi kesimpulan. Kajian ini menegaskan bahwa kualitas penelitian kualitatif ditentukan oleh keterpaduan antara karakteristik pendekatan, ketepatan pemilihan desain dan sumber data, keterlibatan reflektif peneliti, serta kemampuan menganalisis dan menginterpretasikan data secara sistematis.
HUMAN CAPITAL MANAGEMENT SEBAGAI INVESTASI JANGKA PANJANG: PENGEMBANGAN KOMPETENSI DAN PROFESIONALISME PERSONEL POLANTAS DI KOTA BANDAR LAMPUNG Rudi S; Mubasit Mubasit
Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia (JESI) Vol. 5 No. 2 (2026): September
Publisher : STEI Al-Amar Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jesi.v5i2.473

Abstract

Human Capital Management (HCM) pada organisasi kepolisian tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan sumber daya manusia untuk memenuhi kebutuhan tugas, tetapi juga dapat dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam membentuk kapasitas dan profesionalisme personel. Penelitian ini bertujuan menganalisis Human Capital Management sebagai investasi jangka panjang dalam pengembangan kompetensi dan profesionalisme personel Polantas di Kota Bandar Lampung. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi HCM dilakukan melalui pendidikan, pelatihan, pembinaan, pengalaman penugasan, dan pengembangan karier. Investasi tersebut secara bertahap menghasilkan akumulasi pengetahuan, pemantapan keterampilan, penguatan kemampuan adaptif, serta pemanfaatan pengalaman sebagai modal kompetensi. Akumulasi kompetensi selanjutnya membentuk profesionalisme melalui disiplin dan tanggung jawab, etika dan integritas, kesiapan profesional, serta orientasi pelayanan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa nilai investasi HCM tidak berhenti pada hasil pengembangan dalam jangka pendek, tetapi melekat pada personel sebagai modal kompetensi dan nilai profesional yang dapat terus digunakan, dikembangkan, dan dipertahankan sepanjang perjalanan tugas dan karier. HCM pada personel Polantas dengan demikian merupakan investasi jangka panjang yang membentuk nilai manusia melalui proses pengembangan kompetensi dan profesionalisme secara berkelanjutan.