Tradisi Nyadran merupakan praktik budaya yang memuat nilai spiritual, sosial, dan ekologis dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis Nyadran sebagai praktik sosio-ekologis serta menjelaskan relasi manusia, budaya, dan lingkungan, khususnya dalam konteks Nyadran Dam Bagong di Kabupaten Trenggalek. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap artikel yang diterbitkan pada 2021–2026 dan ditelusuri melalui Google Scholar, Scopus, ScienceDirect, dan Garuda. Seleksi literatur mengikuti tahapan PRISMA dan menghasilkan 12 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan quality assessment. Data dianalisis menggunakan thematic synthesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nyadran direpresentasikan sebagai ritual budaya-spiritual, media penguatan hubungan sosial, dan praktik yang berkaitan dengan lingkungan. Nilai gotong royong, solidaritas, rasa syukur, penghormatan terhadap leluhur, serta pewarisan pengetahuan lokal menjadi dasar tindakan kolektif dalam pemeliharaan lingkungan dan sumber daya alam. Dalam konteks Dam Bagong, relasi manusia, budaya, dan lingkungan terbentuk melalui keterikatan masyarakat terhadap ruang historis-budaya sekaligus sumber daya air. Temuan ini menegaskan bahwa Nyadran berkontribusi terhadap keberlanjutan sosial-ekologis berbasis budaya lokal.
Copyrights © 2026