JIKI
Vol. 19 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 19 No 1 April 2026

IMPLEMENTASI BLANKET WARMER DALAM UPAYA MENGATASI HIPOTERMIA PADA PASIEN POST OPERASI ORIF: STUDI KASUS

Etty Eriyanti (Universitas Sahid Surakarta)
Tri Mulyani (Universitas Sahid Surakarta)
Atik Aryani (Universitas Sahid Surakarta)



Article Info

Publish Date
30 Apr 2026

Abstract

Hipotermia merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada pasien selama periode perioperatif dan pascaoperasi. Penurunan suhu tubuh dapat dipengaruhi oleh efek anestesi, paparan suhu lingkungan kamar operasi, lamanya prosedur pembedahan, serta pemberian cairan intravena yang tidak dihangatkan. Pasien pascaoperasi Open Reduction Internal Fixation (ORIF) berisiko mengalami hipotermia karena tindakan pembedahan dapat berlangsung cukup lama dan melibatkan paparan tubuh terhadap lingkungan dengan suhu rendah. Hipotermia dapat menyebabkan menggigil, rasa tidak nyaman, peningkatan konsumsi oksigen, gangguan koagulasi, serta memperlambat proses pemulihan. Tindakan mandiri dalam keperawatan yang dapat mengatasi hipotermia adalah manajemen hipotermia dengan melakukan penghangatan aktif eksternal menggunakan blanket warmer. Tujuan studi kasus adalah mendeskripsikan implementasi blanket warmer dalam upaya mengatasi hipotermia pada pasien post operasi ORIF. Metode Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Subjek terdiri dari tiga pasien post operasi ORIF yang mengalami hipotermia dengan suhu tubuh <36°C. Intervensi yang diberikan berupa penggunaan blanket warmer sesuai prosedur operasional, disertai pemantauan suhu tubuh dan kondisi pasien sebelum, selama, dan setelah intervensi. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan suhu tubuh sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Hasil yang didapatkan dari data simulasi, ketiga pasien mengalami peningkatan suhu tubuh setelah dilakukan implementasi blanket warmer. Pasien 1 mengalami peningkatan suhu dari 34,9°C menjadi 36,3°C, pasien 2 dari 35,2°C menjadi 36,2°C, sedangkan pasien 3 dari 35,5°C menjadi 36,4°C. Peningkatan suhu tubuh terjadi setelah implementasi blanket warmer pada ketiga pasien post operasi ORIF yang mengalami hipotermia. Blanket warmer dapat menjadi salah satu intervensi penghangatan aktif dalam penatalaksanaan hipotermia post operasi dengan tetap memperhatikan kondisi pasien, pemantauan suhu, dan keamanan kulit

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

JIKI

Publisher

Subject

Nursing

Description

Didalam surat edaraan dirjen dikti tanggal 27 Januari 2012 no.152/E/T/2012 dikemukakan bahwa kelulusan Mahasiswa di Perguruan Tinggi setelah Agustus 2012 diberlakukan ketentuan bahwa untuk lulus program Sarjana Mahasiswa harus mempublikasikan artikel ilmiah pada jurnal ilmiah. Jurnal yang terbit ...