Filsafat pendidikan Islam memerlukan landasan konseptual yang kokoh dalam merumuskan hakikat, tujuan, dan metode pendidikan. Berbagai aliran filsafat pendidikan Barat, seperti Esensialisme, Perenialisme, Progresivisme, dan Rekonstruksionisme, kerap dikaji secara terpisah tanpa analisis komparatif yang menautkannya secara sistematis dengan tujuan pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif keempat aliran tersebut serta implikasinya terhadap perumusan tujuan pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-komparatif dengan metode studi kepustakaan (library research) terhadap literatur filsafat pendidikan Islam dan filsafat pendidikan umum. Data dianalisis melalui analisis isi dan komparasi konseptual pada lima aspek: fokus utama, peran guru, peran peserta didik, sifat kurikulum, dan relevansi dengan pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa Esensialisme memperkuat penguasaan ilmu dasar keislaman, Perenialisme menegaskan nilai-nilai abadi Al-Qur'an dan Sunnah, Progresivisme mendorong inovasi metode pembelajaran, sedangkan Rekonstruksionisme menegaskan peran pendidikan sebagai sarana perubahan sosial sejalan dengan prinsip amar ma'ruf nahi munkar. Integrasi keempat aliran tersebut dapat memperkaya perumusan tujuan pendidikan Islam yang holistik tanpa mengesampingkan Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagai landasan utama. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model pendidikan Islam yang secara sadar mengintegrasikan kekuatan masing-masing aliran filsafat sesuai kebutuhan zaman.
Copyrights © 2026