Penguatan tata kelola sekolah yang partisipatif merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan dan mewujudkan sekolah yang berkelanjutan. Namun, implementasi tata kelola di sekolah mitra masih menghadapi kendala berupa rendahnya keterlibatan pemangku kepentingan, terbatasnya kapasitas manajerial, serta belum terbangunnya kemitraan yang sistematis antara sekolah, komite sekolah, orang tua, pemerintah desa, dan masyarakat. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas tata kelola sekolah melalui pendampingan manajemen pendidikan berbasis partisipasi komunitas. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang dipadukan dengan model Participatory School Governance (PSG). Tahapan kegiatan meliputi analisis kebutuhan, penyusunan modul pendampingan, workshop penguatan tata kelola, pendampingan penyusunan dokumen, simulasi pengambilan keputusan partisipatif, serta monitoring dan evaluasi. Program melibatkan 25 peserta yang mewakili unsur strategis sekolah dan masyarakat. Hasil pengabdian menunjukkan tersusunnya dokumen tata kelola sekolah secara partisipatif, meliputi pembaruan Rencana Kerja Sekolah (RKS), penyusunan SOP tata kelola, mekanisme koordinasi dengan komite sekolah, serta sistem monitoring internal. Selain itu, terbentuk forum komunikasi antara sekolah dan pemangku kepentingan yang memperkuat kolaborasi, transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan program sekolah. Model pendampingan PSG yang diterapkan berpotensi menjadi praktik baik dalam penguatan tata kelola sekolah berbasis partisipasi komunitas untuk mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan secara berkelanjutan
Copyrights © 2026