Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Pupujian Sunda sebagai memori kultural digital dan menganalisis potensi dampak sosial-budayanya bagi generasi muda. Pendekatan kualitatif-interpretatif digunakan dengan mengintegrasikan analisis sastra lisan, teori memori kultural, pencermatan digital, dan deskripsi kuesioner. Data utama bersumber dari lima teks pupujian dan didukung oleh tiga dokumentasi performansi YouTube serta respons kuesioner dari 18 siswa MAN 4 Ciamis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pupujian Sunda berfungsi sebagai medium penyimpanan ingatan kolektif masyarakat Sunda-Muslim terkait dimensi waktu, ilmu, amal, kefanaan, kematian, akhlak, dan identitas religius. Meskipun platform YouTube memperluas aksesibilitas pupujian sebagai arsip suara digital, media ini tidak dapat menggantikan kedalaman pengalaman komunal langsung. Oleh karena itu, strategi revitalisasi yang dinilai paling efektif adalah model hibrida (komunal-digital) yang mengontegrasikan pelantunan langsung, penyediaan teks-terjemahan, kontekstualisasi makna, dan pemanfaatan media digital.
Copyrights © 2026