Kewirausahaan di lingkungan pesantren tidak cukup diarahkan pada kemampuan berusaha semata, tetapi juga perlu disertai penerapan nilai-nilai bisnis Islam. Business Center SMK Madinatul Ulum Kabupaten Jember menjadi wadah praktik kewirausahaan santri yang memungkinkan penerapan nilai ṣidq, amanah, tabligh, dan fathanah secara langsung dalam pelayanan dan transaksi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses internalisasi nilai-nilai bisnis Islam, perannya dalam membentuk jiwa wirausaha santri, serta tantangan yang dihadapi di Business Center tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pengelola, guru pembimbing, dan santri. Hasil penelitian menunjukkan internalisasi nilai bisnis Islam berlangsung melalui tiga tahap, yaitu eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi, yang tercermin pada penerapan ṣidq, amanah, tabligh, dan fathanah dalam aktivitas usaha sehari-hari. Proses tersebut membentuk jiwa wirausaha santri yang ditandai sikap jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan percaya diri. Tantangan utama bersumber dari faktor internal santri, sedangkan pembekalan, keteladanan, dan pendampingan guru menjadi faktor pendukung utama keberhasilan program.
Copyrights © 2026