Maintainability merupakan parameter penting dalam sistem perpipaan industri proses karena berpengaruh langsung terhadap waktu perbaikan dan ketersediaan sistem. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan maintainability sistem perpipaan pada tahap Front-End Engineering Design (FEED) dengan mengintegrasikan SP3D dengan FMEA secara kuantitatif pada tahap FEED yang berbeda dengan studi sebelumnya yang lebih fokus pada validasi konstruksi atau predictive maintainability pasca konstruksi. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi mode kegagalan kritis, menghitung nilai Risk Priority Number (RPN), serta mengevaluasi maintainability clearance dan estimasi Mean Time to Repair (MTTR) dengan memberikan data kuantitatif untuk desain awal yang memengaruhi MTTR dan availability. Hasil menunjukkan bahwa optimasi tata letak berbasis SP3D meningkatkan clearance dari 797,5 mm menjadi 1137,5 mm (42,63%). Implementasi perbaikan desain menurunkan nilai RPN rata-rata lebih dari 50% dan menurunkan MTTR dari 7,92 jam menjadi 5,95 jam (24,84%). Penurunan MTTR berdampak pada peningkatan availability sistem mengurangi risiko kegagalan dan biaya modifikasi setelah konstruksi. Hasil penelitian membuktikan bahwa integrasi SP3D dan FMEA pada tahap FEED efektif dalam mendukung implementasi Design for Maintainability pada sistem perpipaan industri.
Copyrights © 2026