Sterilisasi termal menggunakan mesin retort berperan penting dalam menjaga keamanan, mutu, dan daya simpan produk pangan. Keberhasilan proses ini dipengaruhi oleh keseragaman distribusi temperatur di dalam ruang sterilisasi yang menentukan efektivitas perpindahan panas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi temperatur inlet dan kecepatan aliran uap jenuh terhadap karakteristik termal mesin retort menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD). Geometri mesin retort memiliki ukuran 1800 × 750 × 950 mm dengan variasi temperatur inlet sebesar 115°C, 117°C, 119°C, 121°C, dan 123°C serta variasi kecepatan aliran sebesar 2 m/s, 4 m/s, 6 m/s, 8 m/s, dan 10 m/s pada kondisi tunak. Hasil simulasi terhadap 25 skenario menunjukkan bahwa peningkatan temperatur inlet dan kecepatan aliran uap memengaruhi pola distribusi temperatur, bilangan Reynolds, dan karakteristik perpindahan panas di dalam ruang retort. Kombinasi temperatur inlet 123°C dan kecepatan aliran 10 m/s menunjukkan peningkatan koefisien perpindahan panas lokal sebesar 12% dibandingkan kondisi awal pengujian serta menghasilkan karakteristik termal yang paling baik dibandingkan variasi lainnya. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi dalam menentukan kondisi operasi mesin retort yang sesuai untuk mendukung proses sterilisasi termal produk pangan.
Copyrights © 2026