Proses sterilisasi pangan menggunakan mesin retort berperan penting dalam menjaga keamanan dan memperpanjang masa simpan produk, namun ketidakseragaman distribusi panas dan pengaruh parameter operasi menjadi aspek yang perlu dikaji guna untuk menemukan standar operasi yang ideal. Investigasi numerik efek temperatur operasi dan kecepatan aliran uap terhadap performa termal serta hidrodinamika mesin retort makanan menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD) di usulkan dalam riset ini. Variasi temperatur ditentukan sebesar 115°C, 117°C, 119°C, 121°C, dan 123°C serta kecepatan aliran uap 2–10 m/s yang dilakukan dalam keadaan steady dengan mengusulkan k-ε Realizable sebagai model viscous. Hasilnya, peningkatan temperatur operasi menyebabkan kenaikan temperatur permukaan, pressure drop, dan koefisien perpindahan panas. Nilai koefisien perpindahan panas meningkat dari 5,88–5,99 W/m².°C pada 115°C menjadi 6,67–6,74 W/m².°C pada 123°C. Dengan demikian, hasil investigasi numerik ini dapat digunakan sebagai pertimbangan awal dalam mengevaluasi desain dan kondisi operasi mesin retort, khususnya yang berkaitan dengan perpindahan panas dan distribusi temperatur. Namun, penerapannya untuk menilai efektivitas sterilisasi pangan masih memerlukan pengujian lanjutan yang mencakup temperatur produk, nilai sterilitas F₀, waktu proses, dan tingkat inaktivasi mikroorganisme.