Rice snails are one of the agricultural pests commonly found in rice fields and often cause damage to rice crops. Snail shell waste, which has not been optimally utilized, contains relatively high calcium carbonate (CaCO3), making it potential to be used as a substitute filler in asphalt concrete-wearing course (AC-WC) mixtures. This study aims to analyze the effect of using snail shell powder as a substitute filler on the Marshall characteristics of AC-WC mixtures. The study used penetration grade 60/70 asphalt with an optimum asphalt content of 5,35% and variations of snail shell powder of 0%, 5%, 10%, and 20% as filler substitution. Marshall testing was conducted to obtain stability, flow, VIM, VMA, VFA, and Marshall Quotient (MQ) parameters. The result showed that the use of snail shell powder affected the Marshall characteristics of AC-WC mixtures. The addition of snail shell powder tended to decrease VIM values and increase VFA values, resulting in a denser mixture. The optimum snail shell powder content obtained was 7,5% and still met the General Specifications of Bina Marga 2025. Furthermore, the utilization of snail shell waste as an alternative filler supports the concepts of waste recycling and resource in accordance with Sustainable Development Goal (SDG) 12 for reuse in sustainable construction material management. Abstrak Keong sawah merupakan salah satu hama pertanian yang banyak ditemukan di area persawahan dan sering menyebabkan kerusakan pada tanaman padi. Limbah cangkang keong yang belum dimanfaatkan secara optimal memiliki kandungan kalsium karbonat (CaCO3) yang relatif inggi sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pengganti filler pada campuran Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan serbuk cangkang keong sebagai bahan pengganti filler terhadap karakteristik marshall pada campuran AC-WC. Penelitian ini menggunakan aspal penetrasi 60/70 pada kadar aspal optimum sebesar 5,35% dengan variasi serbuk cangkang keong 0%, 5%, 10%, dan 20% sebagai bahan pengganti filler. Pengujian ini dilakukan menggunakan metode marshall agar diperoleh parameter stabilitas, flow, VIM, VMA, VFA, dan Marshall Quotient (MQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan serbuk cangkang keong meberikan pengaruh terhadap karakteristik marshall campuran AC-WC. Penambahan serbuk cangkang keong cenderung menurunkan nilai VIM dan meningkatkan nilai VFA sehingga campuran menjadi lebih padat. Kadar optimum penggunaan serbuk cangkang keong yang diperoleh sebesar 7,5% dan masih memenuhi Spesifikasi Umum Direktorat Jendral Bina Marga 2025. Pemanfaatan limbah cangkang keong sebagai filler alternatif juga mendukung konsep waste recycling dan resource reuse berdasarkan Sustainable Development Goal (SDGs) 12 dalam pengelolaan material konstruksi yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026