Najid
Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Universitas Tarumanagara

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN AC-WC DENGAN PENAMBAHAN LIMBAH PLASTIK SACHET MULTILAYER MENGGUNAKAN METODE DRY PROCESS Cindi Natalia; Lidwina Sri Ayu DR Sianturi; Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 3, Agustus 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i3.37315

Abstract

The increasing use of single-use sachet packaging has contributed to the growing amount of multilayer plastic waste in Indonesia. Multilayer plasticis difficult to recycle because it has a layered structure and heterogeneous material properties. In road pavement contruction, this waste has the potential to be utilized as an additive material in asphalt mixtures. This study ains to determine the effect of adding multilayer plastic waste on the Marshall Characteristics of Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) mixtures. The research was conducted using the dry process method, in which multilayer plastic was first mixed with heated aggregates before asphalt binder was added. The variations of multilayer plastic content used were 2%, 4%, and 6% by weight of asphalt. The Marshall parameters analyzed included stability, flow, Void in Mix (VIM), Void Filled with Bitumen (VFB), Void in Mineral Aggregate (VMA), and Marshall Quotient (MQ). The results showed that the addition of multilayer plastic affected the Marshall characteristics of AC-WC mixtures. Certain plastics contents were able to improve the stability and Marshall Quotient values, while excessive plastic content tended to affect the volumetric properties of mixture. The utilization of multilayer plastic waste in asphalt mixtures is expected to become an alternative solution for reducing multilayer plastic waste while supporting the development of more sustainable and environmentally friendly pavement materials in line with Sustainable Development Goal (SDG) 12 related to responsible consumption and production. Abstrak Peningkatan penggunaan kemasan sachet sekali pakai menyebabkan jumlah plastik multilayer di Indonesia terus bertambah. Plastik multilayer sulit didaur ulang karena memiliki struktur yang tersusun beberapa lapisan dan sifat material heterogen. Di bidang konstruksi perkerasan jalan, limbah tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pada campuran beraspal. Tujuan dilakukannya penelitian adalah mengetahui pengaruh penambahan plastik multilayer pada karakteristik Marshall yaitu campuran Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC). Penelitian dilakukan menggunakan metode dry process, dimana plastik multilayer dicampurkan terlebih dahulu dengan agregat panas sebelum penambahan aspal. Variasi kadar plastik multilayer yang digunakan sebesar 2%, 4%, dan 6% terhadap berat aspal. Parameter Marshall yang dianalisis meliputi stabilitas, flow, Void in Mix (VIM), Void Filled with Bitumen (VFB), Void in Mineral Aggregate (VMA), dan Marshall Quotient (MQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan plastik multilayer memberikan pengaruh terhadap karakteristik Marshall pada campuran AC-WC. Variasi kadar plastik tertentu mampu meningkatkan stabilitas dan MQ campuran. Sedangkan penggunaan plastik dalam kadar tinggi cenderung mempengaruhi parameter volumetrik campuran. Pemanfaatan limbah plastik multilayer pada campuran aspal ini diharapkan dapat menjadi alternatif pengurangan limbah plastik multilayer sekaligus mendukung pengembangan material perkerasan jalan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDG) 12 terkait responsible consumption dan production.
PENGARUH SERBUK CANGKANG KEONG SEBAGAI BAHAN PENGGANTI FILLER TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN AC-WC Rivaldo Kurniawan; Lidwina Sri Ayu DR Sianturi; Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 3, Agustus 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i3.37340

Abstract

Rice snails are one of the agricultural pests commonly found in rice fields and often cause damage to rice crops. Snail shell waste, which has not been optimally utilized, contains relatively high calcium carbonate (CaCO3), making it potential to be used as a substitute filler in asphalt concrete-wearing course (AC-WC) mixtures. This study aims to analyze  the effect of using snail shell powder as a substitute filler on the Marshall characteristics of AC-WC mixtures. The study used penetration grade 60/70 asphalt with an optimum asphalt content of 5,35% and variations of snail shell powder of 0%, 5%, 10%, and 20% as filler substitution. Marshall testing was conducted to obtain stability, flow, VIM, VMA, VFA, and Marshall Quotient (MQ) parameters. The result showed that the use of snail shell powder affected the Marshall characteristics of AC-WC mixtures. The addition of snail shell powder tended to decrease VIM values and increase VFA values, resulting in a denser mixture. The optimum snail shell powder content obtained was 7,5% and still met the General Specifications of Bina Marga 2025. Furthermore, the utilization of snail shell waste as an alternative filler supports the concepts of waste recycling and resource in accordance with Sustainable Development Goal (SDG) 12 for reuse in sustainable construction material management. Abstrak Keong sawah merupakan salah satu hama pertanian yang banyak ditemukan di area persawahan dan sering menyebabkan kerusakan pada tanaman padi. Limbah cangkang keong yang belum dimanfaatkan secara optimal memiliki kandungan kalsium karbonat (CaCO3) yang relatif inggi sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pengganti filler pada campuran Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan serbuk cangkang keong sebagai bahan pengganti filler terhadap karakteristik marshall pada campuran AC-WC. Penelitian ini menggunakan aspal penetrasi 60/70 pada kadar aspal optimum sebesar 5,35% dengan variasi serbuk cangkang keong 0%, 5%, 10%, dan 20% sebagai bahan pengganti filler. Pengujian ini dilakukan menggunakan metode marshall agar diperoleh parameter stabilitas, flow, VIM, VMA, VFA, dan Marshall Quotient (MQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan serbuk cangkang keong meberikan pengaruh terhadap karakteristik marshall campuran AC-WC. Penambahan serbuk cangkang keong cenderung menurunkan nilai VIM dan meningkatkan nilai VFA sehingga campuran menjadi lebih padat. Kadar optimum penggunaan serbuk cangkang keong yang diperoleh sebesar 7,5% dan masih memenuhi Spesifikasi Umum Direktorat Jendral Bina Marga 2025. Pemanfaatan limbah cangkang keong sebagai filler alternatif juga mendukung konsep waste recycling dan resource reuse berdasarkan Sustainable Development Goal (SDGs) 12 dalam pengelolaan material konstruksi yang berkelanjutan.
KARAKTERISTIK KECELAKAAN LALU LINTAS PADA RUAS JALAN IR. SUTAMI KOTA BANDAR LAMPUNG Inaya Vidiadari; Hokbyan R.S Angkat; Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 3, Agustus 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i3.37345

Abstract

As a major transportation issue, traffic accidents lead to not only material losses but also fatalities. This risk is considerably high on Ir. Sutami Road (Bandar Lampung), a national road with heavy traffic activity. This study examines traffic accident characteristics on Ir. Sutami Road from 2020 to 2025 based on occurrence time, vehicle type, victim age, and accident diagram classification. This study also supports the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 3 (Good Health and Well-being), through efforts to improve road safety and reduce the risk of traffic accidents. The evaluation results indicate that the highest number of accidents frequently occurred in the morning (06:01–10:00 WIB) with a total of 7 cases. In terms of fatality patterns, the accidents were dominated by collisions between trucks/buses and motorcycles (9 cases), with most victims belonging to the productive age group of 16–20 years old (10 people). Based on the Integrated Road Safety Management System (IRSMS), the dominant patterns are front-side and rear-end collisions between heavy vehicles and motorcycles. Overall, traffic accidents on this road segment are dominated by motorcyclists and young individuals with a high level of vulnerability on highways. Abstrak  Sebagai salah satu masalah transportasi utama, kecelakaan lalu lintas tidak hanya menimbulkan kerugian materi tetapi juga korban jiwa. Risiko ini cukup tinggi di ruas Jalan Ir. Sutami (Bandar Lampung), yang merupakan jalan nasional dengan aktivitas lalu lintas yang padat. Penelitian ini mengkaji karakteristik kecelakaan lalu lintas di ruas Jalan Ir. Sutami tahun 2020–2025 berdasarkan waktu kejadian, jenis kendaraan terlibat, usia korban, serta pengelompokan diagram kecelakaan. Penelitian ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Good Health and Well-being), melalui upaya peningkatan keselamatan jalan dan pengurangan risiko kecelakaan lalu lintas. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa insiden tertinggi kerap terjadi pada pagi hari (06.01–10.00 WIB) dengan total 7 kasus. Dari segi fatalitas, kecelakaan didominasi oleh tabrakan antara truk/bus dan sepeda motor (9 kasus), dengan korban terbanyak berasal dari kelompok usia produktif 16–20 tahun (10 orang). Berdasarkan standar Integrated Road Safety Management System (IRSMS), pola yang mendominasi adalah konflik depan-samping dan depan-belakang antara kendaraan berat dan sepeda motor. Secara keseluruhan, kecelakaan di ruas jalan ini didominasi oleh pengendara roda dua dan usia muda yang memiliki tingkat kerentanan tinggi di jalan raya.
KARAKTERISTIK PERJALANAN PENUMPANG LRT JABODEBEK RUTE HARJAMUKTI–DUKUH ATAS PADA PERIODE JAM SIBUK Alifia Cahyaningtias; Hokbyan R.S Angkat; Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 3, Agustus 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i3.37349

Abstract

The Jabodebek LRT is a rail-based mass transit system that supports community mobility across Jakarta, Bogor, Depok, and Bekasi. The Harjamukti–Dukuh Atas route is a key corridor linking suburban residential areas with activity centers in Jakarta. This study aims to analyze the travel characteristics of Jabodebek LRT users on the Harjamukti–Dukuh Atas route during peak hours. A descriptive statistical method was applied using questionnaire data collected from 117 respondents. The results show that most respondents came from Ciracas District (33%) and Cimanggis District (32%). The majority used the LRT for work-related trips (65%), made round trips (100%), and traveled during both morning and evening peak hours (77%). Harjamukti Station was the main departure station (91%), while Dukuh Atas Station was the primary destination (95%). Online transportation was the most common mode for accessing the station and the main alternative mode besides the LRT. These findings indicate that the Jabodebek LRT functions as a commuter transport system that supports mobility between suburban areas and Jakarta’s activity centers. The study also contributes to Sustainable Development Goal (SDG) 11 by supporting the provision of safe, affordable, accessible, and sustainable transportation systems. Abstrak LRT Jabodebek merupakan sistem transportasi massal berbasis rel yang mendukung mobilitas masyarakat di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi. Rute Harjamukti–Dukuh Atas menjadi salah satu koridor utama yang menghubungkan kawasan permukiman di wilayah penyangga dengan pusat aktivitas di Jakarta. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik perjalanan pengguna LRT Jabodebek pada rute Harjamukti–Dukuh Atas selama jam sibuk. Metode yang digunakan adalah statistik deskriptif berdasarkan data kuesioner dari 117 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berasal dari Kecamatan Ciracas (33%) dan Kecamatan Cimanggis (32%). Mayoritas responden menggunakan LRT untuk keperluan bekerja (65%), melakukan perjalanan pulang-pergi (100%), serta bepergian pada jam sibuk pagi dan sore (77%). Stasiun Harjamukti merupakan stasiun keberangkatan utama (91%), sedangkan Stasiun Dukuh Atas menjadi tujuan utama (95%). Transportasi daring merupakan moda yang paling banyak digunakan untuk menuju stasiun sekaligus menjadi moda alternatif utama selain LRT. Temuan ini menunjukkan bahwa LRT Jabodebek berperan sebagai moda transportasi komuter yang mendukung mobilitas masyarakat dari kawasan penyangga menuju pusat aktivitas di Jakarta. Penelitian ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 11 melalui dukungan terhadap penyediaan sistem transportasi yang aman, terjangkau, mudah diakses, dan berkelanjutan.