Lidwina Sri Ayu DR Sianturi
Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Universitas Tarumanagara

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

KARAKTERISTIK MEKANIS CAMPURAN LASTON ATAS DENGAN BUBUK GRAFIT SEBAGAI BAHAN PENGGANTI FILLER Lidwina Sri Ayu DR Sianturi; Anissa Noor Tajudin
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i3.8317

Abstract

In road pavement modifications, many use materials that have good conductivity to be added to the mixture. One of the conductive materials that can be used for pavement is graphite powder. Graphite is usually found in pencils, raw materials for batteries, etc. The use of graphite powder in the pavement mixture has many benefits such as self-healing, self-monitoring, etc. This research uses graphite powder as filler replacement material. Tests conducted in this study is testing the characteristics of the mixture in accordance with the provisions in force in Indonesia. This study uses graphite powder with variations of 5%, 10%, 15%, and 20% with asphalt content of 5.7%. From the results of testing the characteristics of the mixture continued with the determination of optimum graphite powder content using the narrow range method. Then proceed with the mechanistic response analysis using the KENPAVE program. The results of this study largely meet the requirements of the General Specifications of the Directorate General of Highways 2018 Edition Division 6 and the 2017 Pavement Road Design Manual. The results of this study indicate that the use of graphite powder as a filler substitute can be used in Indonesia. ABSTRAKPada perkerasan jalan modifikasi, banyak menggunakan bahan yang mempunyai konduktivitas yang baik untuk ditambahkan dalam campuran. Salah satu bahan konduktif yang dapat digunakan untuk campuran perkerasan adalah bubuk grafit. Grafit biasanya terdapat pada pensil, bahan baku baterai kering, dll. Penggunaan bubuk grafit dalam perkerasan memiliki banyak manfaat seperti self-healing, self- monitoring, dll. Penelitian ini menggunakan bubuk grafit sebagai bahan pengganti filler. Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini adalah pengujian karakteristik campuran yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia. Penelitian ini menggunakan bubuk grafit dengan variasi 5%, 10%, 15%, dan 20% dengan kadar aspal 5,7%. Dari hasil pengujian karakteristik campuran dilanjutkan dengan penentuan kadar bubuk grafit optimum dengan metode narrow range. Kemudian dilanjutkan dengan analisis respons mekanistik dengan menggunakan program KENPAVE. Hasil penelitian ini sebagian besar memenuhi persyaratan Spesifikasi Umum Direktorat Jendral Bina Marga Edisi 2018 Divisi 6 dan Manual Desain Perkerasan Jalan 2017. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan bubuk grafit sebagai bahan pengganti filler dapat digunakan di Indonesia.
STUDI KEBUTUHAN MASYARAKAT TERHADAP BUS SEKOLAH DI KOTA SORONG Sianturi, Lidwina Sri Ayu DR; Sabarofek, Albert Eliezar; Leo, Edison; Angkat, Hokbyan R.S
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i3.34109

Abstract

The free school bus program is a transportation solution that enhances students' accessibility to education, reduces traffic congestion, and improves travel safety. This study aims to analyze the technical feasibility and develop an operational plan for free school buses in Sorong City. The research employs a quantitative descriptive analysis approach through surveys using questionnaires distributed to students and parents. The number of respondents in this study was 159 people who lived in several sub-districts in Sorong City. The collected technical data includes road conditions, route characteristics, passenger capacity, as well as safety and operational efficiency aspects. Operational planning considers factors such as the required number of buses, operational schedules, travel distances, and strategies for service optimization. The results of this study show that the majority of respondents do not have free school buses in their area and feel that this program is very important to support the learning process of students. Quantitative descriptive analysis shows that respondents' agreement with the program is quite diverse regarding routes, fares and service models. Abstrak Program bus sekolah gratis merupakan salah satu solusi transportasi yang dapat meningkatkan aksesibilitas pelajar terhadap pendidikan, mengurangi kemacetan, serta meningkatkan keselamatan dalam perjalanan ke sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan teknis dan menyusun perencanaan operasional bus sekolah gratis di Kota Sorong. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei melalui kuisioner kepada pelajar dan orang tua. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 159 orang yang tinggal di beberapa kelurahan di Kota Sorong. Data teknis yang dikumpulkan meliputi kondisi jalan, karakteristik rute, kapasitas penumpang, serta aspek keselamatan dan efisiensi operasional. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa mayoritas responden belum memiliki bus sekolah gratis di daerah nya, dan merasa program ini sanggat penting untuk menunjang proses belajar para siswa. Analisis deskriptif kuantitatif menunjukan bahwa persetujuan responden tentang program ini cukup beragam mengenai rute, tarif dan model layanan.
ANALISIS PENGGUNAAN TRANSPORTASI SUNGAI DI WILAYAH MAHAKAM ULU Sianturi, Lidwina Sri Ayu DR; Long, Flora Emiliana; Sandjaja, Gregorius; Angkat, Hokbya R.S
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i3.34185

Abstract

Mahakam Ulu Regency is characterized by a topography dominated by hilly terrain and dense tropical forests, resulting in severely limited access to land transportation. Consequently, the local community relies heavily on river transportation to meet their mobility needs, goods distribution, and various socio-economic activities. This study aims to comprehensively examine the patterns of river transport usage, assess the availability and condition of supporting infrastructure and facilities, and identify the challenges and needs of users in the region. A quantitative approach was employed through the distribution of questionnaires and structured interviews, with results analyzed using descriptive statistics. The findings indicate that transport modes such as speedboats, longboats, inland vessels, and small outboard motorboats (ketinting) remain the primary means of transportation for residents. However, several issues persist, including inadequate dock infrastructure, low safety standards, and high operational costs. Therefore, this study recommends the development of sustainable infrastructure, improved service quality and safety measures, and stronger policy support from the government. These efforts are expected to promote equitable regional development and enhance the quality of life for the people of Mahakam Ulu, who depend on river transport as their main mode of connectivity. Abstrak Kabupaten Mahakam Ulu merupakan wilayah dengan kondisi topografi yang didominasi oleh perbukitan dan hutan tropis, sehingga akses transportasi darat menjadi sangat terbatas. Hal ini menyebabkan masyarakat setempat menggantungkan kebutuhan mobilitas, pengangkutan barang, serta kegiatan sosial dan ekonomi mereka pada moda transportasi sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara menyeluruh pola pemanfaatan transportasi sungai, menilai ketersediaan dan kondisi sarana serta prasarana pendukung, serta mengidentifikasi hambatan dan kebutuhan para pengguna transportasi di kawasan tersebut. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui distribusi kuesioner dan wawancara terstruktur, dengan hasil yang dianalisis secara deskriptif. Temuan menunjukkan bahwa jenis moda speedboat, longboat, kapal pedalaman, dan perahu ketinting masih menjadi pilihan utama masyarakat. Namun, terdapat sejumlah tantangan seperti keterbatasan fasilitas dermaga, rendahnya standar keselamatan pelayaran, dan tingginya biaya operasional. Oleh karena itu, studi ini menyarankan perlunya pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan, peningkatan mutu layanan dan keselamatan, serta dukungan kebijakan dari pemerintah. Rekomendasi ini diharapkan dapat mendukung pemerataan pembangunan wilayah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Mahakam Ulu yang bergantung pada sungai sebagai jalur utama kehidupan mereka.
ANALISIS KESIAPAN EKOSISTEM KENDARAAN LISTRIK JAKARTA DENGAN PENDEKATAN IPA Dien, James Benedict Yesaya; Putranto, Leksmono Suryo; Sianturi, Lidwina Sri Ayu DR
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 1, Februari 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i1.36756

Abstract

This research evaluates Jakarta's readiness for Battery Electric Vehicle (BEV) adoption as a strategy to reduce emissions. Utilizing a survey of 100 car users in DKI Jakarta, the study employs Descriptive Statistics and Importance Performance Analysis (IPA) to map gaps between respondent expectations and perceptions regarding infrastructure and regulations.Findings reveal primary challenges such as limited SPKLU (charging station) availability and regulatory inconsistencies. Based on the IPA matrix, ease of access to SPKLU locations is identified as the most pressing priority (Quadrant A), rated high in importance but low in performance. Conversely, the ecosystem’s strengths (Quadrants B and D) include effective non-fiscal policies like odd-even rule exemptions, successful mitigation of range anxiety, and attractive incentives.The strategic recommendation for the DKI Jakarta Provincial Government is to prioritize the development of real-time applications to improve SPKLU information accessibility. Furthermore, maintaining successful policies is essential for promotional efforts to build public trust in the BEV ecosystem. Abstrak Penelitian ini mengevaluasi kesiapan DKI Jakarta dalam adopsi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB/BEV) untuk mereduksi emisi gas karbon. Melalui kuesioner terhadap minimal 100 pengguna mobil, data dianalisis menggunakan Statistik Deskriptif dan Importance Performance Analysis (IPA) guna memetakan kesenjangan antara ekspektasi dan persepsi responden terhadap infrastruktur serta regulasi. Hasil penelitian mengidentifikasi tantangan utama berupa keterbatasan jumlah dan distribusi SPKLU yang tidak merata, serta ketidakkonsistenan regulasi. Analisis IPA menunjukkan bahwa kemudahan akses informasi lokasi SPKLU berada di Kuadran A (Prioritas Utama), yang berarti sangat penting namun kinerjanya masih rendah. Sebaliknya, kekuatan ekosistem (Kuadran B dan D) terletak pada efektivitas kebijakan non-fiskal seperti pembebasan ganjil-genap, keberhasilan mitigasi range anxiety, dan daya tarik insentif yang ada sekarang ini. Rekomendasi strategis bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah memprioritaskan pengembangan aplikasi real-time untuk akses informasi SPKLU. Selain itu, kebijakan yang sudah efektif harus dipertahankan sebagai materi promosi utama guna memperkuat kepercayaan publik terhadap ekosistem BEV.
ANALISIS PELAKSANAAN PEKERJAAN STRUKTUR BAWAH PADA PROYEK LAPANGAN PADEL Vincent Hanjaya; Lidwina Sri Ayu DR Sianturi
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 2, Mei 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i2.37155

Abstract

Substructure work is an important part of a construction project because it functions to transfer structural loads to the ground, ensuring the stability of the building. This study aims to analyze the implementation of substructure work on the padel court construction project located in Cisauk, BSD, carried out by PT Raya Prima Konstruksi. The research method used is a descriptive method with direct field observation during the internship period from February to May 2026. Observations were conducted on several stages of work, including site preparation, soil compaction using macadam, pile foundation installation using Hydraulic Static Pile Driver (HSPD), pile cap and sloof work, and pedestal casting. The results showed that the soft red soil conditions required temporary ground improvement to support the mobilization of heavy equipment and construction materials. The use of HSPD was considered effective because it minimized vibration during the piling process. In addition, concrete quality control was carried out through slump tests and concrete sampling before casting. Overall, the implementation method of the substructure work on this project was carried out properly and in accordance with field conditions. Abstrak Pekerjaan struktur bawah merupakan bagian penting dalam suatu proyek konstruksi karena berfungsi meneruskan beban bangunan ke tanah dasar sehingga kestabilan struktur dapat terjamin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pekerjaan struktur bawah pada proyek pembangunan lapangan padel di Cisauk, BSD, yang dilaksanakan oleh PT RPK. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan observasi langsung selama kegiatan magang berlangsung dari Februari hingga Mei 2026. Pengamatan dilakukan pada tahapan pekerjaan mulai dari persiapan lahan, pemadatan tanah menggunakan makadam, pemasangan pondasi tiang pancang dengan Hydraulic Static Pile Driver (HSPD), pekerjaan pile cap dan sloof, hingga pengecoran pedestal. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kondisi tanah merah yang lembek menyebabkan perlunya perbaikan akses kerja untuk mendukung mobilisasi alat berat dan material proyek. Penggunaan HSPD dinilai efektif karena mampu meminimalkan getaran pada saat pemancangan. Selain itu, pengendalian mutu beton mencakup pengujian slump serta pengambilan sampel benda uji sebelum pengecoran dilaksanakan. Secara umum, metode pelaksanaan pekerjaan struktur bawah pada proyek ini telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan kondisi lapangan.
EVALUASI SIMPANG APILL KALIBATA – PASAR MINGGU BERDASARKAN PKJI 2023 DAN SIMULASI PTV VISSIM Syeimaa Salsabila; Lidwina Sri Ayu DR Sianturi; Hokbyan R.S Angkat; Najid Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.34116

Abstract

The growth of the number of vehicles in Jakarta continues to increase along with the increasing population and economic activities. This causes significant traffic congestion, especially during peak hours. One of the points experiencing congestion is the Kalibata three-way intersection which connects Pasar Minggu street and Kalibata street. This intersection has a strategic role because it is located near shopping centers, offices, and residential areas, making it a meeting point for various types of vehicles. This study aims to analyze the performance of the Kalibata three-way intersection by evaluating traffic performance parameters based on PKJI 2023. The data used in this study were obtained through a field survey that included data collection on traffic volume, road geometric characteristics, and traffic signal settings. This study uses the ptv vissim simulation software that allows modeling and simulation of existing traffic conditions and testing various improvement scenarios. The recommendations proposed in this study focus on non-physical handling, namely adjusting the timing of traffic signals at each intersection approach. Microsimulation modeling using PTV Vissim software shows results that are consistent with the analytical approach of PKJI, although the resulting delays tend to be lower. The combined approach between the PKJI analytical method and PTV Vissim microsimulation has proven to be complementary in analyzing the overall performance of the intersection. Abstrak Pertumbuhan volume kendaraan di wilayah Jakarta Selatan yang tidak seimbang dengan kapasitas jalan yang tersedia telah menimbulkan permasalahan kemacetan, khususnya di lokasi-lokasi penting seperti Simpang Tiga Kalibata. Simpang ini berfungsi sebagai titik pertemuan antara Jalan Raya Kalibata dan Jalan Raya Pasar Minggu, yang berada di area dengan kepadatan aktivitas, seperti permukiman, area perkantoran, dan fasilitas umum. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja lalu lintas pada simpang tersebut dengan metode analisis berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 serta melalui simulasi mikroskopik menggunakan software PTV Vissim. Data utama diperoleh melalui pengamatan lapangan, sementara data pendukung diambil dari peta jaringan jalan dan informasi penggunaan lahan sekitar simpang. Evaluasi dilakukan terhadap parameter lalu lintas seperti derajat kejenuhan, panjang antrean kendaraan, tundaan rata-rata, dan level of service (LOS). Berdasarkan hasil analisis, simpang ini berada pada tingkat pelayanan F pada kondisi eksisting, baik menurut PKJI maupun hasil simulasi Vissim. Proses validasi model menggunakan metode GEH dan MAPE menunjukkan bahwa hasil simulasi cukup akurat. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan penyesuaian waktu siklus lampu lalu lintas dan pengaturan ulang fase sinyal sebagai alternatif solusi. Implementasi strategi ini diharapkan mampu meningkatkan kelancaran arus lalu lintas dan menurunkan tingkat kemacetan yang terjadi.
ANALISIS KINERJA SIMPANG BERSINYAL MENGGUNAKAN PKJI 2023 DAN MIKROSIMULASI PTV VISSIM PADA SIMPANG EMPAT MUNCUL, SERPONG Amanda Greta Theodora; Najid Najid; Hokbyan R.S Angkat; Lidwina Sri Ayu DR Sianturi
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.34357

Abstract

Traffic congestion is a major issue in urban areas, including at Simpang Empat Muncul. Serpong, South Tangerang. Despite the implementation of a one-way system during peak hours, traffic delays persist. This study aims to evaluate the performance of the signalized intersection using the Indonesian Highway Capacity Manual (PKJI) 2023 and compare it with microsimulation modeling using PTV Vissim software. Data were collected through primary and secondary surveys and analyzed using both methods to compare results in terms of queue length, delay, and Level of Service (LOS). The results show significant differences: PKJI tends to produce higher delay values, while Vissim provides lower but more realistic outcomes, supported by accurate validation (GEH < 5.0 and MAPE < 2%). The worst condition occurred on Saturday evening with LOS F, while the one-way system during weekday mornings effectively reduced congestion. These differences are attributed to the deterministic approach of PKJI and the stochastic nature of Vissim. The integration of both methods offers a more comprehensive analysis to support optimal traffic management recommendations. Abstrak Kemacetan lalu lintas menjadi masalah krusial di kawasan perkotaan, termasuk di Simpang Empat Muncul, Serpong, Tangerang Selatan. Meskipun telah diterapkan sistem satu arah pada jam sibuk, kemacetan masih kerap terjadi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja simpang bersinyal menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 dan membandingkannya dengan pemodelan mikrosimulasi menggunakan perangkat lunak PTV Vissim. Data diperoleh melalui survei primer dan sekunder, kemudian dianalisis dengan kedua metode untuk membandingkan hasil dalam hal panjang antrian, tundaan, dan tingkat pelayanan (LOS). Hasil menunjukkan perbedaan signifikan: PKJI cenderung menghasilkan nilai tundaan lebih tinggi, sedangkan Vissim memberikan hasil lebih rendah namun realistis, dengan validasi akurat (GEH < 5,0 dan MAPE < 2%). Kondisi terburuk terjadi pada Sabtu malam dengan LOS F, sedangkan sistem satu arah pada pagi hari kerja terbukti efektif menurunkan kemacetan. Perbedaan hasil disebabkan oleh pendekatan deterministik (PKJI) dan stokastik (Vissim). Kombinasi keduanya memberikan gambaran yang lebih komprehensif dalam mendukung rekomendasi pengelolaan lalu lintas yang optimal.
KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN AC-WC DENGAN PENAMBAHAN LIMBAH PLASTIK SACHET MULTILAYER MENGGUNAKAN METODE DRY PROCESS Cindi Natalia; Lidwina Sri Ayu DR Sianturi; Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 3, Agustus 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i3.37315

Abstract

The increasing use of single-use sachet packaging has contributed to the growing amount of multilayer plastic waste in Indonesia. Multilayer plasticis difficult to recycle because it has a layered structure and heterogeneous material properties. In road pavement contruction, this waste has the potential to be utilized as an additive material in asphalt mixtures. This study ains to determine the effect of adding multilayer plastic waste on the Marshall Characteristics of Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) mixtures. The research was conducted using the dry process method, in which multilayer plastic was first mixed with heated aggregates before asphalt binder was added. The variations of multilayer plastic content used were 2%, 4%, and 6% by weight of asphalt. The Marshall parameters analyzed included stability, flow, Void in Mix (VIM), Void Filled with Bitumen (VFB), Void in Mineral Aggregate (VMA), and Marshall Quotient (MQ). The results showed that the addition of multilayer plastic affected the Marshall characteristics of AC-WC mixtures. Certain plastics contents were able to improve the stability and Marshall Quotient values, while excessive plastic content tended to affect the volumetric properties of mixture. The utilization of multilayer plastic waste in asphalt mixtures is expected to become an alternative solution for reducing multilayer plastic waste while supporting the development of more sustainable and environmentally friendly pavement materials in line with Sustainable Development Goal (SDG) 12 related to responsible consumption and production. Abstrak Peningkatan penggunaan kemasan sachet sekali pakai menyebabkan jumlah plastik multilayer di Indonesia terus bertambah. Plastik multilayer sulit didaur ulang karena memiliki struktur yang tersusun beberapa lapisan dan sifat material heterogen. Di bidang konstruksi perkerasan jalan, limbah tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pada campuran beraspal. Tujuan dilakukannya penelitian adalah mengetahui pengaruh penambahan plastik multilayer pada karakteristik Marshall yaitu campuran Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC). Penelitian dilakukan menggunakan metode dry process, dimana plastik multilayer dicampurkan terlebih dahulu dengan agregat panas sebelum penambahan aspal. Variasi kadar plastik multilayer yang digunakan sebesar 2%, 4%, dan 6% terhadap berat aspal. Parameter Marshall yang dianalisis meliputi stabilitas, flow, Void in Mix (VIM), Void Filled with Bitumen (VFB), Void in Mineral Aggregate (VMA), dan Marshall Quotient (MQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan plastik multilayer memberikan pengaruh terhadap karakteristik Marshall pada campuran AC-WC. Variasi kadar plastik tertentu mampu meningkatkan stabilitas dan MQ campuran. Sedangkan penggunaan plastik dalam kadar tinggi cenderung mempengaruhi parameter volumetrik campuran. Pemanfaatan limbah plastik multilayer pada campuran aspal ini diharapkan dapat menjadi alternatif pengurangan limbah plastik multilayer sekaligus mendukung pengembangan material perkerasan jalan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDG) 12 terkait responsible consumption dan production.
PENGARUH SERBUK CANGKANG KEONG SEBAGAI BAHAN PENGGANTI FILLER TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN AC-WC Rivaldo Kurniawan; Lidwina Sri Ayu DR Sianturi; Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 3, Agustus 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i3.37340

Abstract

Rice snails are one of the agricultural pests commonly found in rice fields and often cause damage to rice crops. Snail shell waste, which has not been optimally utilized, contains relatively high calcium carbonate (CaCO3), making it potential to be used as a substitute filler in asphalt concrete-wearing course (AC-WC) mixtures. This study aims to analyze  the effect of using snail shell powder as a substitute filler on the Marshall characteristics of AC-WC mixtures. The study used penetration grade 60/70 asphalt with an optimum asphalt content of 5,35% and variations of snail shell powder of 0%, 5%, 10%, and 20% as filler substitution. Marshall testing was conducted to obtain stability, flow, VIM, VMA, VFA, and Marshall Quotient (MQ) parameters. The result showed that the use of snail shell powder affected the Marshall characteristics of AC-WC mixtures. The addition of snail shell powder tended to decrease VIM values and increase VFA values, resulting in a denser mixture. The optimum snail shell powder content obtained was 7,5% and still met the General Specifications of Bina Marga 2025. Furthermore, the utilization of snail shell waste as an alternative filler supports the concepts of waste recycling and resource in accordance with Sustainable Development Goal (SDG) 12 for reuse in sustainable construction material management. Abstrak Keong sawah merupakan salah satu hama pertanian yang banyak ditemukan di area persawahan dan sering menyebabkan kerusakan pada tanaman padi. Limbah cangkang keong yang belum dimanfaatkan secara optimal memiliki kandungan kalsium karbonat (CaCO3) yang relatif inggi sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pengganti filler pada campuran Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan serbuk cangkang keong sebagai bahan pengganti filler terhadap karakteristik marshall pada campuran AC-WC. Penelitian ini menggunakan aspal penetrasi 60/70 pada kadar aspal optimum sebesar 5,35% dengan variasi serbuk cangkang keong 0%, 5%, 10%, dan 20% sebagai bahan pengganti filler. Pengujian ini dilakukan menggunakan metode marshall agar diperoleh parameter stabilitas, flow, VIM, VMA, VFA, dan Marshall Quotient (MQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan serbuk cangkang keong meberikan pengaruh terhadap karakteristik marshall campuran AC-WC. Penambahan serbuk cangkang keong cenderung menurunkan nilai VIM dan meningkatkan nilai VFA sehingga campuran menjadi lebih padat. Kadar optimum penggunaan serbuk cangkang keong yang diperoleh sebesar 7,5% dan masih memenuhi Spesifikasi Umum Direktorat Jendral Bina Marga 2025. Pemanfaatan limbah cangkang keong sebagai filler alternatif juga mendukung konsep waste recycling dan resource reuse berdasarkan Sustainable Development Goal (SDGs) 12 dalam pengelolaan material konstruksi yang berkelanjutan.