Keselamatan pelayaran pada alur sempit dipengaruhi oleh efektivitas koordinasi antara pilot dan master selama proses olah gerak kapal. Alur Vung Tau menuju Pelabuhan Lotus merupakan salah satu jalur pelayaran yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi karena dipengaruhi oleh arus yang kuat, kepadatan lalu lintas kapal, serta aktivitas nelayan lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas kerja sama antara pilot dan master pada MV Great Ocean dalam mendukung kelancaran operasional kapal sejak memasuki Alur Vung Tau hingga proses sandar di Pelabuhan Lotus. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi langsung selama pelayaran, wawancara semi terstruktur terhadap master, pilot, dan perwira jaga, serta studi dokumentasi berupa log book, pilot card, dan Master Pilot Exchange (MPX). Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang efektif berdasarkan Standard Marine Communication Phrases (SMCP), pelaksanaan Master Pilot Exchange yang komprehensif, serta pengalaman operasional kedua pihak berkontribusi terhadap peningkatan keselamatan navigasi, percepatan waktu sandar, dan pengurangan potensi kerugian operasional akibat keterlambatan kapal. Temuan penelitian memberikan rekomendasi berupa penguatan prosedur komunikasi, peningkatan pelatihan Bridge Resource Management (BRM), dan optimalisasi koordinasi pilot–master pada pelayaran internasional.
Copyrights © 2026