It is well known that the soft soil is often associated with the slow process of drainage and consolidation and ground stabilization on soft soils, especially organic clay deposits, is one of the most persistent technical problems in modern infrastructure construction projects. In this paper, the effect of elevated temperature on the coefficient of consolidation (cv) of organic clay as determined by Taylor's square-root-of-time method (t90) is studied, by comparing the oedometer test results of samples loaded under standard ambient conditions and under controlled thermal conditions. It is seen from the experimental observations that introduction of heat significantly reduces the time needed for 90% consolidation (t90) and thus yields a significantly higher cv, particularly in the initial phase of loading. These results are consistent with the broader goals of the United Nations' Sustainable Development Goals (SDGs), such as SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) and SDG 13 (Climate Action), which include the need to implement more sustainable practices and lower site-level carbon emissions for earthwork operations while also shortening construction schedules through the use of less fuel-intensive heavy equipment. Abstrak Sudah diketahui umum bahwa tanah lunak seringkali dikaitkan dengan proses drainase dan konsolidasi yang lambat, dan stabilisasi tanah pada tanah lunak, terutama endapan lempung organik, merupakan salah satu masalah teknis yang paling sering terjadi dalam proyek konstruksi infrastruktur modern. Dalam makalah ini, pengaruh peningkatan suhu terhadap koefisien konsolidasi (cv) lempung organik yang ditentukan dengan metode akar kuadrat waktu Taylor (t90) dipelajari, dengan membandingkan hasil uji oedometer sampel yang diberi beban dalam kondisi lingkungan standar dan dalam kondisi termal terkontrol. Dari pengamatan eksperimental terlihat bahwa pemberian panas secara signifikan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk konsolidasi 90% (t90) dan dengan demikian menghasilkan cv yang jauh lebih tinggi, terutama pada fase awal pembebanan. Hasil ini konsisten dengan tujuan yang lebih luas dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa, seperti SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dan SDG 13 (Aksi Iklim), yang mencakup kebutuhan untuk menerapkan praktik yang lebih berkelanjutan dan menurunkan emisi karbon di tingkat lokasi untuk operasi pekerjaan tanah, sekaligus mempersingkat jadwal konstruksi melalui penggunaan alat berat yang kurang intensif bahan bakar.
Copyrights © 2026