Komunikasi efektif merupakan kompetensi inti Profesi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK) yang secara langsung memengaruhi mutu layanan di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi determinan kualitas komunikasi efektif dalam layanan Manajemen Informasi Kesehatan (MIK/RMIK) di fasyankes melalui pendekatan tinjauan literatur sistematis. Pencarian literatur dilakukan pada database Google Scholar, Garuda, dan SINTA dengan rentang tahun 2019–2025. Seleksi artikel menggunakan kriteria PICOS dan panduan PRISMA 2020, menghasilkan 20 artikel yang diinklusikan. Hasil sintesis menunjukkan tiga kelompok determinan utama: (1) faktor input meliputi kompetensi komunikasi PMIK, ketersediaan infrastruktur teknologi (SIMRS/RME), dan kebijakan Fasyankes; (2) faktor proses meliputi pola komunikasi interpersonal di tempat pendaftaran, komunikasi interprofesional antara PMIK dengan klinisi, dan pengelolaan keluhan; serta (3) faktor output berupa kepuasan pasien, keselamatan pasien, dan efisiensi pelayanan informasi. Hambatan utama yang teridentifikasi adalah keterbatasan kompetensi komunikasi petugas, gangguan teknis SIMRS, dan beban kerja berlebih. Penguatan kompetensi komunikasi melalui pelatihan berkelanjutan dan optimalisasi sistem informasi merupakan strategi yang paling banyak direkomendasikan. Tinjauan ini menghasilkan kerangka konseptual determinan komunikasi efektif RMIK yang dapat digunakan sebagai dasar pengembangan kebijakan dan standar layanan informasi kesehatan di fasyankes.
Copyrights © 2026